Minyak belum datang Kedelai sudah naik

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]

Blambangan UmpuRWK.–  Belum usah keresahan masyarakat akan kelangkaan Minyak Goreng, Pengusaha sekaligus Pedagang tahu dan tempe di Way Kanan, mulai mengeluhkan naiknya harga Kedelai yang merupakan bahan baku utama untuk membuat tahu dan tempe yang sebelumnya harga kedelai dalam 1 Kg hanya berkisar Rp, 7000 an, kini harganya sudah Rp. 11.000 / Kg.

“ Awalnya kami berharap kejadian minyak langka ini akan segera teratasi, eh justru minyak tetap langka sekarang harga kedelai juga ikiut naik, dulu kami tetap bertahan dengan menurunkan produksi, misal dalam hari biasa mereka memperoduksi 50 kilo sekarang mereka hanya bisa memproduksi 25 kilo kedelai untuk membuat tahu dan tempe, akan tetapi karena harga kedelai terus naik, kami juga terpksa memperkecil tahu dan tempenya, namun hal itu dikomplin ibu ibu dan pelanggan, sehingga pembelinyapun berkurang, “ ujar Risa, warga Umpu Semenguk salah satu pengrajin tahu tempe di Way Kanan.

Baca Juga  Pemkab Fokuskan Produk Olahan Kopi Asal Way Kanan
harga kedelai naik harga tempe pun merangkak naik

Pernyataan Risa dibenarkan oleh Budi pengrajin Tahu Tempe yang lain, dimana menurut Budi pengecilan produksi juga ia lakukan untuk mengakali semakin mahalnya bahan baku, akan tetapi karena selalu di komplin pelanggan, mau tidak mau ia harus mengembalikan ke ukuran semula.

Jangankan untung, klau sekarang ini dagangan laku juga sudah Alhamdulilah, yang jadi masalah kalau kita kecilkan lagi ukuran tahu dan tempenya maka pelanggan saya akan kabur, sementara untuk menaikkan harga jual hal yang tidak mungkin, disisi lain harga kedelai bukan naik tapi pindah harga,” ujar Budi,salah satu pengfrajin Tahu tempe di Blambangan umpu.

Baca Juga  Pleno DPS Panitia Pilkakam Kampung Negeri Jaya

Terpisah Sonya penjual gorengan yang biasa mangkal di pasar Pemkab Km 2 Blambangan Umpu menyatakan sudah mulai menaikkan harga jual gorengannya sejak minggu lalu, karena alasan kelangkaan Minyak Goreng.

“ kalau saya terpaksa menaikkan gorengan yang saya jual menjadi 3 Iris Rp 5000 dari yang tadinya 1 iris Rp 1000, namun ukuran nya tidak saya perkecil sehingga pelanggan saya tidak komplin, ujar Sonya, kami ini orang pasaran tidaktahu lagi mau bagaimana dunia kita ini sudah minyak mahal, kedela mahal, sebentar lagi entah apa lagi yang langka dan menghilanng dari pasaran,” imbuhnya, RWK I