oleh

Cerpen : Bulan Purnama di Rumah Aisah

-Way Kanan-426 Dilihat

“Ya sudah, ini sudah malam. Cepat kamu tidur sama mamak sana” perintah Darjo.

Darjo membatin bahwa tak perlu Aisah ikut larut dalam perasaan Darjo yang seperti penuh dengan sayatan dan air mata. Ia sepertinya begitu nelangsa. Pada usianya yang mulai renta, tak banyak yang bisa diperbuatnya demi memenuhi keinginan Aisah untuk sekolah. 

Aisah lalu melenggang masuk ke kamar untuk tidur sesuai perintah Darjo. Barangkali dalam tidurnya, Aisah akan bermimpi indah, yang besok pagi akan diceritakan lagi kepada Darjo.

Tak berselang lama, Darjo bergegas keluar menuju kursi bambu di depan rumahnya. Diluar rumah tampak bulan purnama bulat bundar. Terang bulan purnama menyelinap masuk di sela dinding geribik. Cahayanya jatuh di wajah Aisah yang sedang tertidur. Dingin malam menyergap seperti menusuk rusuk. Darjo mulai meracik rokok lintingannya. Dihisapnya dalam-dalam, lalu dihembuskannya bersama hela nafas yang panjang.Eko Prasetyo

Baca Juga