[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]
RADARWAYKANAN.COM, – Setelah Kampung Mekar Asri, ternyata pelaksanaan Pamsimas di Kampung Bhakti Negara dan Kampung Sukosari Kecamatan Baradatu tahun 2021 juga diduga melakukan pemalsuan dokumen dalam pelaksanaannya dimana, nama nama yang diterakan sebagai Anggota KKM ( Kelompok Keswadayaan Masyarakat ), dan Kelompok Pengadaan Barang dan Jasa, merasa tidak pernah dilibatankan walaupun nama mereka tercantum dalam KKM maupu kelpompok Pengadaan barang dan jasa dan bahkan ada yangs sama sesekali tidak tahu menahu.
Hasil Investigasi kami lapangan, atas KKM dan Kelompok Pengadaan Barang dan Jasa di Kampung Bhakti Negara semua menyatakan semua pembelanjaan yang seharisnya dialkukan oleh team semua dihandel dddiduga dilakukan oleh Kepala kampung Bhakti Negara, ( AG ),
“ Kami baru tahu saat Anda konfrimasi ini, ujar KKM dan ( Tri ,Leni dan Agus ) dan bahkan menurut Beni Logarotme Ketua Pengadaan barang pada pelaksanaan program pamsimas Kampung Bahkti Negara Kecamatan Baradatu bahwa ia tidak tahu dirinya ditunjuk sebagai Ketua Pengadaan Barang dan Jasa pada proyek pamsimas di Kampung karena semua di handel oleh Kepala Kampung,
“ Saya tidak tahu itu urusan Kakak semua, tentang pengadaan barang pelaksanaan pamsimas semua dilakukan oleh kakam, dimana lokasi pamsimas dan kapan di laksanakan saya tidak tahu, dan saya juga tidak tahu kalau nama nama kami di masukkan dalam team pengadaan barang dan jasa serta anggota satlak yang datanya masuk ke PUPR pusat, padahal yang belanja semua di Back up Kepala Kampung Bhakti Negara ,” terang Beni Logaritme.
Hal senada disampaikan oleh Agus Ketua KKM Pamsimas Bhakti Negara Tahun 2021, yang menyatakan dirinya hanya diminta mengawal sementara yang belanja adalah langsung dilakuka oleh Kepala Kampung Bhakti Negara.
Mirisanya semua keterangan yang disampaikan oleh warganya itu, KKM dan ( Team Pengadaan barang dan Jasa red) semuanya di bantah oleh Abadi Ginting, Kepala Kampung Bhakti Negara Baradatu, dimana menurtunya, semua pelaksanaan program Pamsimas tahun 2021 di Kamungnya itu dilakukan oleh KKM, dan diirnya selaku Kepala Kampung hanya mengetahui saja,
“Pengadaan pipa itu dilakukan oleh pasilisator yang nunjuk beli dimana KKM, dan saya tidak tahu menahu, dan untuk SK KKM memang kakam, tapi masalah pencairan itu urusan KKM bukan Kepaa Kampung,” ujar Abadi Ginting, seraya menambahkan pekerjaan Pamsimas di Kampugnya tidak ada masalah dan sudah beres dan diterima masyarakat.
Setali tiga uang, yang terjadi di Kampung Bakti Negara , dan Kampung Mekar Asri ternyata terjadi juga di Kampung Sukosari Kecamatan Baradatu, dimana menurut Samuji Ketua KKM yang juga anggota BPK Kampung Sukosari dirinya sama sekali tidak tahu menahu kalau dirinya diadikan Ketua KKM , apalagi dilibatkan.
“Saya tahunya Bangunan itu sudah berdiri tetapi saya tidak tahu kalau ternyata saya sendiri masuk dalam KKM yang seharusnya berperan penrting dalam pembangunannya, “ ujar Samuji yang walaupun ketika ditemui dalam kondisi kurang sehat, sayangnya Agus Kepala Kampung Sukosari tidak berhasil dikonfirmasi, dan saat disambangi kerumahnya Agus juga tidak ada. RWK /SAPTARI






