Diduga Limbah Karet Kampung Sukosari Sebabkan Pencemaran Lingkungan

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]

Baradatu (RWK)– Pencemaran lingkungan akibat limbah air karet sebabkan bau yang tidak sedap, sehingga memberikan pengalaman yang tidak mengenakkan bagi lingkungan Kampung Sukosari Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan.

Berdasarkan pantauan Radar Way Kanan bahwa limbah air tersebut bersumber dari usaha jual beli karet milik Agus Sulistiyono yang juga merupakan Kepala Kampung (Kakam red) Sukosari. Selayaknya seorang pemimpin kampung yang seharusnya melindungi dan mengingatkan kepada masyarakat, mengenai akan pentingnya terkait permasalahan kebersihan lingkungan di kampungnya, justru dirinya enggan untuk melakukan itu, seolah menafikan bahwa Kabupaten Way Kanan ini pernah menduduki penghargaan Adipura pada Tahun 2018 silam.

Baca Juga  4 tahun Mangkrak, Kasus Gusur Lahan yang diduga dilakukan Oknum Anggota Dewan Way Kanan Mulai disidik

Ketika dipertanyakan oleh Radar Way Kanan terkait bagaimana surat izin usaha dan permasalahan bau yang tidak sedap dilingkungan tersebut, lantas ia mengatakan bahwa sampai dengan saat ini belum mendapat laporan dari masyarakatnya terkait limbah tersebut sehingga diduga tidak membuat surat izin.

“Izin apa bos, karena sampai saat ini belum ada warga yang komplain serta lapor ke aparat Kampung bos,” kata Agus saat dikonfirmasi melalui Via WhatsAppnya, yang dirinya seolah tidak tahu bahwa permasalahan tersebut sudah pernah dibahas dalam Musrenbangkam yang diadakan oleh Kampungnya itu.

Baca Juga  Sosialisasi IKD, Berikut Keteranganya

Terpisah Camat Baradatu Desta Budi Rahayu N, S.STP mengatakan bahwa, pencemaran lingkungan tersebut sudah dibahas ketika Musrenbangkam oleh pihaknya bersama Aparatur Kampung setempat.

“Hal tersebut waktu musrenbangkam sudah kami bahas lagi bang, adapun kesepakatan dalam musyawarah tersebut akan diselesaikan oleh pihak kampung dengan yang bersangkutan (pelaku usaha red),” Kata Desta, Minggu (18/10).

Baca Juga  Usai dikukuhkan, Begini Pesan Waketum dan Sekda untuk Pengurus DPD PJS Babel

“Kemudian hasil dari pertemuan itu nantinya, akan kami minta untuk kemudian diteruskan kepada dinas lingkungan hidup jika belum menemukan titik terangnya,” Jelas Desta saat dikonfirmasi melalui Via WhatsAppnya Minggu (18/10)

Lanjut Desta, bahwa pihaknya akan menindak lanjuti permasalahan tersebut, seraya dirinya mengucapkan terimakasih kepada Radar Way Kanan, karena sudah menyampaikan informasi tersebut kepada pihaknya.

“Besok akan kami tindaklanjuti lagi, dan terima kasih banyak atas infonya,” Tandas Desta, Minggu (18/10).
Rwk 1 Oksi