Diduga Selingkuh,Warga Gerebek Rumah Anggota BPK Bandar Dalam

Radar Way Kanan.com Negeri Agung, – Belum juga hilang ingatan warga akan perselingkuhan yang dilakukan oleh AKP ZA Mantan Kasatlantas Way kanan dengan istri rekannya, dan bahkan hingga kini belum terdengar hukumannya baik dari institusinya maupun APH lainnya, malam tadi   Warga Kampung Bandar Dalam  Kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Way Kanan, kembali menggrebek salah seorang Anggota BPK ( Badan Permusyawaratan Kampung red ),Sri Rumiati  dengan seorang pria beristri  yang bernama Mujiono, dirumah Sri Rumiati ketika suaminya sedang tidak dirumah.

Baca Juga  Camat Gunung Labuhan Pimpin Monev Di Gunung Baru

“Iya benar, kejadian Malam ini penggerbekan Pukul 00:00 pasangan selingkuh itu di gerbek oleh warga Kampung Bandar Dalam, dirumah.si perempuan ( Sri Rumiati ) yang juga salah satu  anggota  BPK Kampung Bandar Dalam,” kata Kepala Kampung Bandar Dalam Ibrahim, saat dikonfirnasi pagi ini.

Terpisah, Agus Selaku Kepala Dusun 06,Kampung Bandar Dalam menerangkan  peristiwa penggerebekan itu bermula saat warga menaruh curiga kepada Mujiono yang masuk rumah Sri Rumiati pada kira jira pukul 22.47 wib, padahal warga tahu.kalau saat itu  Sri Rumiati diketahui sendiri di rumah, karena  suaminya sedang  merantau.

Baca Juga  Kuasa Hukum Pemerkosaan Dampingi Korban

“Warga mulai curiga seorang Pria  Mujiono.red ), masuk rumah jam 22.47-an WIB,saat penggerbekan jam 00.00 bener karena kami curiga dan ternyata di dalam rumah   Sri Rumiati,  memang ada Mujiono yang berusaha melarikan  diri saat mengetahui kedatangan warga namun berhasil.diamankan “, ungkap Agus.

” Saya yang menelpon Pak Kakam ( Ibrahim red ), yang kemudian  bersama warga yang penasaran lalu mendatangi rumah Sri Rumiati, saat Pak.Kakam mengetuk pintu Mujiono mau melarikan diri dari pintu belakang tetapi sayang sekali Mujiono tertangkap oleh warga yang sudah mengepung rumah Sri Rumiati. Akhirnya pemuda menangkap dan sempat mrmukuli Mujiono yang mau melarikan diri,
kedua pasangan diduga selingkuh itu kemudian dibawa ke Polsek Blambangan Umpu, karena takut diamuk warga setempat.” Imbuh Mujiono. RWKI/ SAID