oleh

Warga Dapil 3 Antusias Kunjungi KPK,Wah ! Mengapa Ya

-Umum-144 Dilihat

Pakuan Ratu,Radar Waykanan.com– Antusias warga kecamatan Pakuan Ratu , Negeri Besar dan Negara Batin Antusias hadiri Kunjungan klinik Pertanian keliling dalam rangka sosialisasi pengolahan pakan ternak dari pelepah Sawit dan batang singkong serta praktik pembuatan formulasi Mineral Nutrient Saus pada pakan ternak, program ini merupakan kerjasama pemerintah provinsi Lampung dengan fakultas pertanian universitas Lampung yang dilaksanakan dibalai kampung Pakuan Sakti kecamatan Pakuan Ratu, Kabupaten Waykanan. Sabtu (28/01/2023)

Untuk diketahui, Program Klinik Pertanian Keliling (KPK) , Kegiatan KPK merupakan wujud nyata akademisi melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di seluruh wilayah di Provinsi Lampung.

Kegiatan Klinik Pertanian Keliling menyediakan penyuluhan terhadap petani pada tingkat kelompok tani/desa/kecamatan dengan menghadirkan dosen-dosen yang ahli dan berpengalaman dibidang pertanian dan peternakan.

Menurut penjelasan Dr.Ir.Sandi Asmara,M.Si bahwa di provinsi Lampung Hampir 1.5 juta ton batang singkong terbuang tidak terpakai.

“Banyak limbah batang singkong yang terbuang, bahkan di Kabupaten Lampung Utara, Lampung barat, membersihkan batang singkong dari lahan membayar orang dengan biaya 1 juta, mending kita olah saja kembalikan ke tanah, makanya kita membuat produk biohart, biohart yaitu aromatik yang berasal dari limbah batang singkong, semua kita kembalikan ke tanah. Mudah-mudahan batang singkong ini tidak menjadi limbah yang tidak bermanfaat lagi,” jelasnya.

Lebih lanjut, dirinya juga menjelaskan terkait keunggulan dari produk Biohart yang telah diuji di beberapa provinsi yang ada di Indonesia salah satunya yaitu di provinsi NTT dan pihaknya juga telah bekerjasama dengan Pemprov Lampung untuk menggalakkan kegiatan Klinik Berjalan.

“Keunggulan lain dari produk Biohart ini, juga berfungsi untuk menambah bobot hewan ternak sebanyak 0,83 Kg/Hari. Dan ini sudah di praktekkan di 4 Kabupaten, dan ini merupakan suatu yang sangat menarik. Nah, nantinya komponen apa saja yang dapat kita tambahkan kedepannya, agar dapat menembus 1 Kg/Harinya,” jelas Dr.Ir.Sandi Asmara,M.Si.

Dirinya juga berharap, dengan memanfaatkan teknologi yang ada, mudah-mudahan teknologi tersebut dapat dimanfaatkan dan produk sapi-sapi kita bisa naik sesuai dengan harapan.

“Mudah-mudahan kedatangan kami dapat bermanfaat untuk masyarakat,” harapnya.

Ditempat yang sama, Fitria Tsani Farda, S.Pt.,M.Si selaku dosen yang mengajar bidang nutrisi pakan ternak ( nutrisi pakan dan teknologi pakan) yang memimpin kegiatan sosialisasi pembuatan saus. Menurutnya, Lampung merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi alam yang memadai sehingga membuat dirinya kaya akan sumber alam.

“Luasnya Lampung ini memiliki sumber daya alam yang sangat banyak sehingga menjadi salah satu provinsi yang membuat iri. Bagaimana tidak, potensi di Lampung ini ada Singkong, sawit, semua bahan pakan yang insyaallah nantinya akan kita olah nantinya ada semua diprovinsi Lampung. Tapi kita masih bingung kok setiap hari ngarit tapi bobot sapi tidak naik-naik seperti yang kita inginkan,” imbuhnya.

Tidak berlama-lama, dirinya langsung mempraktikkan bagaimana cara membuat Mineral Nutrient Saus sebagai bahan campuran dalam pakan ternak yang bermanfaat untuk menambah bobot hewan ternak. Diantara bahan tersebut antara lain Urea 0,044 Kg, Amonium Sulfat 0,043 Kg, Dolomit 0,087 Kg, Molases 0,319 liter, Garam 0,086 Kg, Mineral 0,024 Kg, Air 0,093.RWK JONI