oleh

Pasar Rawan Penularan COVID-19, Banyak Warga Masih Lalai Pakai Masker

-sosial Budaya-82 Dilihat

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]

Blambangan Umpu – RWK,–    Walaupun suda berusia 22 tahun, Ibukota Kabupaten Way Kanan ( Blambangan Umpu red )  belum juga memiliki pasar modern  melainkan tetap melestarikan keberadaan pasar pasar tradisional yang sudah ada,  mirisnya dimasa pandemi  corona ini,  pasar – pasar  tradisional tersebut terindikasi akan menjadi salah satu kluster sebagai penyebab pandemi.corona karena walaupun pembeli menggunakan masker akan tetapi hampir semua pedagang yang berasal dari luar Blambangan Umpu tidak menggunakan masker mirisnya tidak ada pula penertiban oleh  tim gugus tugas, padahal pasar tradisional km 2 blambangan Umpu itu adalah milik pemkab Way kanan.

” Saya sendiri heran itu para pedagang kok sama sekali tidak mengindahkan protokoler kesehatan, padahal saya sendiri ikut menyaksikan  Pemerintah Kabupaten melaui Tim gugus tugas yang tidak henti – hentinya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, bahkan secara langsung ke pasar ini, tetapi mereka tetap melanggar padahal yang memberikan penyulihan itu Bupati , Kapolres dan Dandim langsung,” ujar Arifin salah satu pegawai Kelurahan Blambangan Umpu yang geram dengan ulah para pedagang tersebut.

Pasar  Pemda Km 2 Blambangan Umpu itu memang hanya beroperasi beberapa kali dalam satu Minggu yakni hari minggu  hari Rabu dan Hari Jumat,  dan merupakan satu satunya pasar yang ada di Ibukota Way kanan  dan memang sudah menjadi target operasi Yustisi oleh tim gugus tugas Covid – 19 beberapa kali.  Namun, masih saja tetap ada oknum – oknum nakal yang membandel dan kembali tidak memakai masker.

Dari pantauan Radar  terlihat banyak pedagang yang berasal dari luar Kecamatan Blambangan Umpu, yang asyik berdagang tanpa menggunakan masker. Bukan hanya para pedagang saja padahal pembelinya yang berasal dari.Blambsngsm Umpu sudah meggunakan masker.

Hal itu tentunya akan sangat membahayakan bagi masyarakat yang ada. Terlebih lagi, kita semua tahu bahwa Covid – 19 masih ada dan belum sepenuhnya bisa ditangani. Dan juga, Kabupaten Way Kanan baru saja memperbolehkan anak – anak sekolah untuk kembali melaksanakan kegiatan belajar tatap muka secara langsung. Itulah mengapa masyarakat seharusnya menjadi lebih memperhatikan protokol kesehatan.

Ketua Satuan Gugus Tugas Covid – 19 Kabupaten Way Kanan H. Saipul, S.Sos., M.I.P., juga sangat menyayangkan abainya masyarakat akan  pentingnya protokol kesehatan.

“Satgas Covid – 19 Kabupaten Way Kanan sudah sering sekali melakukan operasi, Namun masih ada masyarakat masih kurang menyadari pentingnya memakai masker dan melaksanakan protokol kesehatan, Pemerintah Kabupaten Way Kanan sendiri memang belum menyediakan sanksi berat bagi para pelanggar protokol kesehatan, dan hanya memberikan himbauan secara persuasif,.tetapi mungkin kalau terus dilanggar kami akan pikirkan sangsi.yang kebih tegas  karena hal itu untuk kepentingan orang banyak,” tegas Setdakab Way Kanan tersebut.RWK1