oleh

Menunggu Hilal Dari Sang Cukong ” Pilkada “

-Lampung, Way Kanan-577 Dilihat

Mendatangi masyarakat ke berbagai pelosok untuk mempromosikan diri.Peta politik di provinsi tetangga sangat dinamis. Walau belum resmi, masyarakat mulai bisa membayangkan siapa saja sosok yang bakal bertarung pada Pilkada serentak 27 November 2024 mendatang.

Fenomena ini sangat jauh berbeda dengan kondisi Lampung. Di Sai Bumi Ruwa Jurai, para tokoh masih sangat tertutup sekali membicarakan masalah Pilkada ini. Urusan Pilkada seolah sebuah hal yang sangat tabu untuk dibahas. Kalaupun ada yang nekat memproklamirkan diri, masyarakat juga terkesan abai.

Maka Lampung dapat disebut sebagai sebuah anomali Pilkada. Dari berbagai diskusi dan kontemplasi, pemicu kondisi ini sedikit terjawab. Bukan karena rentang waktu Pilkada yang masih jauh. Bukan pula karena krisis tokoh yang layak menjadi pemimpin.

Anomali ini terjadi karena adanya campur tangan cukong. Pada dua Pilgub terakhir, sang cukong sukses menempatkan sosok yang didukungnya duduk di tampuk gubernur dan bupati. Dukungan sang cukong seolah menjadi stempel keberhasilan. 

Sebaliknya tanpa dukungan cukong, jangan harap bisa memenangi pilkada. Dua Pilgub sebelumnya menjadi sebuah bukti sahih.Sosok yang didukung cukong yang notabene adalah nama “baru” di dunia politik Lampung bisa memenangkan Pilkada.