
[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita
Suara”]
Blambangan Umpu-RWK, – Masyarakat Kampung Kali Awi Kecamatan Negeri Besar Kabupaten Way Kanan mengharapkan Pemkab setempat dapat memperbaiki jembatan yang di bangun sejak zaman Belanda di Kampung mereka ( Kali Awi red ), yang longsor akibat dimakan usia serta minimnya perhatian dari dinas terkait.
” Jembatan yang rusak ini dibangun pada masa penjajahan Belanda , sehingga jika dikenal dengan sebutan jembatan belanda oleh masyarakat setempat Kampung Kali Awi Kecamatan Negeri Besar sudah berumur kurang lebih 76 tahun dan belum pernah di perbaiki, kami menduga hal itulah yamg menyebabkan jembatan itu mengalami kerusakan selain memang tidak pernah ada perhatian dari Pemkab Way Kanan,” ujar Joni Saputra SE, Tokoh pemuda setempat.
Pernyataan Joni Saputra disungguhkam oleh Muhsin SE.MM, tokoh masyarakat setempat dimana menurut Muhsin Jembatan Belanda yang berada di kampung kali Awi , Kecamatan Negeri Besar Kabupaten Way kanan tersebut itu longsor akibat tanah di bagian pangkal jembatan runtuh karena tergerus Air sungai ketika banjir
” Jembatan ini merupakan sarana utama penyeberangan warga dari Kecamatan Negeri Besar munuju Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Bandar Lampung, Lebar tanah yang longsor pada bagian pangkal jembatan sekitar 5 meter. Tanah yang berada di pangkal jembatan itu ambrol ke Sungai muara sungai.’ Tegas Muhsin.
Ambrolnya sebagian jembatan itu sendiri berdampak pada aktivitas perekonomian warga. Sebab, jembatan itu tak bisa dilewati kendaraan, baik roda dua maupun roda empat karena jembatan itu merupakan satu-satunya akses bagi warga untuk berpegian menuju Tulang Bawang Barat dan Bandar Lampung .
“Jembatan tiba-tiba ambruk begitu saja dengan suara yang lumayan keras, beruntung saat itu tidak ada kendaraan yang melintas diatasnya sehingga tidak ada yang menjadi korban,” kata”.muhsin.
Muhsin berharap agar jembatan itu segera diperbaiki karena merupakan sarana vital bagi warga sekitar.
Sekretaris Kampung Kali Awi , Dani menambahkan bahwa sejak tahun 2018 jembatan tersebut sudah mulai ada tanda tanda akan longsor karena tanah disekitar ujung jembatan sudah mulai memisah.
” Saya dan bapak kepala kampung Kali Awi sudah melakukan perawatan semampu kami dan dibantu oleh masyarakat. Namun kamampuan kami terbatas mengingat ini jembatan bukan wewenang kami pemerintahan kampung,”imbuhnya.

Pada tahun 2018 lalu sejak ada tanda tanda akan longsor kami pemerintahan kampung kali Awi sudah melaporkan kedinas PU untuk perbaikan, pada waktu itu sudah turun dari dinas terkait untuk survei lokasi jembatan namun sampai saat ini tidak ada tindakan lebih lanjut dari dinas PU tersebut.
” Dengan kondisi ini kami harap Pemkab Way kamN atau Pemptov lampung agar kiranya segera melakukan tindakan perbaikan sebelum jembatan ini memakan korban tutup Dani.RWK/JS
