oleh

Badan Ad Hoc Penyelenggara Pemilu dituntut Melek Teknologi

-Way Kanan-130 Dilihat

RADARWAYKANAN.COM– Menjadi badan Ad Hoc dalam penyelenggaraan pemilu di zaman digital tentu tidak main main. Selain memiliki integritas yang baik juga dituntut melek tekhnologi. Tidak sedikit administratif menggunakan digitalisasi belakangan ini termasuk mensukseskan pemilu Tahun 2024. Tidak lain tujuannya adalah untuk mempermudah suatu pekerjaan. Namun hal tersebut justru bukan menjadi atensi bagi kalangan masyarakat yang gagap tekhnologi. Meskipun tidak faham dunia digitalisasi beberapa masyarakat tetap percaya diri untuk ambil bagian berkecimpung di dunia tersebut tanpa meragukan kapabilitasnya, tentu ini sangat merugi jika sampai lolos bisa jadi ancaman dalam proses penyelenggaraan yang mengedepankan melek teknologi.

Hal itu tersirat dari pernyataan salah satu Tokoh Pemuda Wilayah kecamatan Gunung Labuhan, Khaeirul Huda ABM, M.Pd. Dimana menurutnya Faham Dunia Computer dan pandai menggunakan Smartphone Android sangat penting dalam mengcover dan mensukseskan penyelenggaraan pemilu.

“Saya tidak menyalahkan mereka yang punya tekat tinggi untuk ambil bagian menjadi badan ad hoc penyelenggaraan pemilu 2024 ini misal ingin menjadi PPS atau PPK walaupun mereka tidak melek teknologi nanti akan diseleksi dalam tahapan. Bagus sih, artinya mereka semangat saya apresiasi itu. Namun yang harus digarisbawahi ini bukan siapa yang bisa masuk atau lolos tetapi apakah bisa bekerja menuntaskan semua hajat Komisi Pemilihan Umum dalam menyukseskan penyelenggaraan, kalau tidak bisa berabe,”ungkap Aa’k Deden sapaan akrabnya.

Pernyataan Khaeirul Huda tersebut dibenarkan Avid yang juga ingin berkompetisi dalam rekrutmen Panitia Pemungutan Suara di wilayahnya. Dirinya sempat terheran, meskipun mereka (peserta yang akan ikut seleksi red) tidak bisa mengurus berkas administrasi karena dilakukan secara online dengan aplikasi Siakba. Tidak membuat hal itu kalut, tidak sedikit yang menggunakan jasa joki untuk menyelesaikan pemberkasan.

“Kami minta kepada panitia rekrutmen yang dalam hal ini KPU Way Kanan untuk selektif secara personal menyeleksi yang akan dijadikan Badan Ad Hoc. Ditakutkan salah pilih bisa menyulitkan nantinya,”pungkas Avid. RWK. OAF