oleh

247 warga Bandar Dalam Jadi Korban Mensos.

-sosial Budaya-591 Dilihat


[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Berita Suara"]

Blambangan Umpu.- RWK. 247 Masyarakat Kampung Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan menjadi korban pertama rencana pendataan ulang penerima bansos yang dilakukan oleh kementerian sosial RI, saat 247 KMP tersebut akan mencairkan bantuan dalam Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di E Warung Kampung Bandar Dalam dari 250, KPM yang seharusnya menerima ternyata 247 rekening mereka kosong ( Nol Rupiah red), dan hanya 3 KPM yang berisi.


TKSK Kecamatan Negeri Agung, Dayat yang dikonfirmasi Radar Lampung membenarkan hal itu,


“memang betul ada pengurangan dari Kemensos dari 3000 lebih KPM yang ada di Negeri Agung, akan di kurangi sebanyak 500 KPM, jadi hanya 2600 saja yang dapat untuk Kecamatan Negeri Agung, bisa jadi saldo yang kosong itu ada yang sudah meninggal, ada yang salah NIK, namun kami akan menindaklanjuti problem ini bagi yang bermasalah (Saldo Nol Rupiah red) dan kepada masing-masing KPM BPNT kami harap untuk bersabar.” tegas Dayat.

Beras.telur ,buah dan semua kebituhan KPM.yang menumpuk.di.Rumah E Warung.di Kampung Bandar Dalam.akibat.247.kartu KPM.kosong


Terpisah, Pardi, SH,MM, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Way Kanan juga membenarkan keterangan Dayat ( TKSK Kecamatan Negeri Agung red ),


“Memang benar banyak pengurangan dari Kemensos, kami Dinas Sosial cuma menerima data dari pusat, namun untuk Saldo KPM BPNT yang Kosong coba cek dulu data bayar nya dengan TKSK nya, kalo data bayar nya ada nanti tinggal di urus di Bank, tapi kalo di cek data bayarnya tidak ada, berarti sudah dihapus oleh Kemensos dan kalau memang itu yang terjadi maka besar kemungkinan memang tidak dapat lagi.”pungkasnya.


Dalam pada itu, menurut sumber terpercaya Radar Lampung bahwa, semua penerima yang tercantum di KPM Kampung Bandar dalam belum ada yang meninggal dan atau pindah alamat, sehingga kalau alasan tersebut menjadi hal yang tidak akurat.


“ Kalau yang saya ketahui, semua KPM di Kampung Bandar Dalam masih hidup dan tidak berpindah domisili, yang lebih aneh lagi kok dari 250 KPM Kampung Bandar Dalam, hanya 3 orang yang menerima, dan 247 yang tidak menerima, artinya semua masyarakat Bandar Dalam sudah sejahtera semua, karena tidak lagi menerima BPNT,” tegas Sumber terpercaya Radar Lampung.


Terpisah Amirudin, Pemilik E Warung tempat KPM menggesek Kartu rekening sebagai penerima Bantuan menyatakan sangat mashgul dengan kejadian itu, karena ia terpaksa harus ,mengembalikan beras , telur , buah dan semua sembako yang telah ia adakan untuk memenuhi kebutuhan KPM di kampung Bandar Dalam.RWK HERBA.