Waduh! Imbas MIGOR Naik, Harga Gorengan Lebih Panas

Gunung Labuhan,RWK– Meroketnya harga minyak goreng menjadi dilema berkepanjangan terhadap pedagang gorengan. Para pedagang tidak bisa menaikkan harga dagangannya meski harga minyak naik. Sebab, bila harga dinaikkan, pembeli pun tidak ada yang datang. Tapi bila harga tidak dinaikkan, para pedagang tidak mendapatkan untung.
Hal tersebut dikatakan Tarjo, (50) pedagang gorengan keliling pasar tradisional wilayah Kabupaten Way Kanan. Tarjo merasa dilema, sebab dirinya hanya bisa pasrah serta berharap harga Minyak Goreng di Pasaran segera turun.

Baca Juga  Ngawur !!! Pendeta Saifuddin Usul Menag Yaqut Hapus 300 Ayat Alquran

“Banyak teman-teman saya yang sudah gulung tikar. Tergerus karena harga minyak goreng yang tak bersahabat,”kata Tarjo, Rabu, (30/03).

Tarjo mengaku, dua pekan belakangan ini, produksi jualannya berkurang akibat harga minyak goreng yang terus melambung.
“Ini saya buat sedikit, kalo mau buat banyak minyaknya tidak cukup harga yang tinggi tidak terjangkau bagi kami, bahkan agar tetap bertahan terpaksa saya kurangi jumlahnya mas, dahulu 5000 dapet 5 sekarang bisa 5000 dapet 4 atau 3 gorengan ” tutur Tarjo seraya menyampaikan harga Harga Eceran Tertingga saat ini di pasaran

Baca Juga  Kapolsek Way Tuba Iptu H. Yudhiyanto Silaturahmi Sambang Kampung

“Per-Kilogram saat ini rata-rata harga 25000-26000 bahkan lebih tinggi, dan ini tidaj mengalami penurunan, sedangkan kami tidak ada usaha lain untuk mencukupi kebutuhan kalau buian berjualan, ” pungkasnya. RWK. Oksi.