
[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]
Banjit (RWK), –Puskesmas Banjit melakukan Pelayanan kepada masyarakat atau yang disebut dengan cara jemput bola. dalam meningkatkan kesehatan masyarakat diperlukan adanya strategi jemput bola mendatangi rumah-rumah warga yang dilakukan para tenaga kesehatan puskesmas setempat.
Tujuan dari peleyanan jemput bola itu sendiri yakni untuk melakukan pendataan penyakit sekaligus pemeriksaan kesehatan melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISPK).
Kegiatan kunjungan pemeriksaan oleh Puskesmas dari rumah ke rumah dipimpin langsung oleh KA. UPT Puskesmas Banjit I Wayan Budi S.kep. M kes, dan dihadiri oleh kepala Kampung Bali Sadhar Utara, I Ketut Renu Astika, ketua TP PKK kampung, Bidan desa, kader posyandu, dan seluruh aparatur kampung Bali Sadhar Utara, Rabu 06/04/2021.

K.A UPT Puskesmas Banjit I Wayan Budi S.kep. M.kes mengatakan para tenaga kesehatan dan juga perawat di puskesmas memiliki peran di dalam mewujudkan cakupan pelayanan kesehatan masyarakat. Karena, sebagai tenaga kesehatan harus mampu melaksanakan tugas Asuhan Keperawatan (Askep) di tempatnya bekerja.
Menurutnya, para tenaga kesehatan puskesmas juga berkewajiban mengadakan kunjungan kepada keluarga penderita yang dipandang perlu. Serta, mendatangi sekolah-sekolah di wilayah kerjanya untuk melakukan penyuluhan kesehatan.
Berbeda dengan tenaga kesehatan di rumah sakit, yang hanya melakukan tugas Askep ke pasien atau keluarga pasien saat dirawat di rumah sakit saja.
I Wayan Budi S.kep M.kes menjelaskan, para tenaga kesehatan juga mempunyai peran besar di dalam mewujudkan PISPK di tengah masyarakat. Karena juga bertugas meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu dan anak, meningkatkan pengendalian penyakit dan meningkatkan akses dan mutu pelayanan dasar.
“PISPK itu kan program. Program Indonesia dengan pendekatan keluarga. Jadi, perawat dan juga tenaga kesehatan itu datang ke keluarga dan menanyakan tentang 12 indikator. Termasuk, intervensi kalau ada keluhan kesehatan. Ke-12 indikator itu di antaranya adalah JKN, perilaku tidak merokok dan akses jamban sehat,” katanya.
Lebih lanjut I Wayan Budi menjelaskan, tenaga kesehatan Puskesmas itu tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan saja tapi juga mengumpulkan data profil kesehatan keluarga. Tujuannya, sebagai promosi kesehatan untuk upaya promotif dan preventif.
“Jadi, dengan jemput bola ini ada tiga hal bisa dilakukan. Instrumen yang digunakan di tingkat keluarga, forum komunikasi dengan kontak langsung dengan keluarga dan keterlibatan tenaga dari masyarakat sebagai mitra Puskesmas,”pungkasnya. (RWK/HABIBI A.P)
