Kampung Bonglai Realisasikan BLT DD Tahap Pertama 2021

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]

Banjit (RWK),– Pemerintah Kampung Bonglai Kecamatan banjit realisasikan BLT DD tahap pertama untuk bulan januari. Pembagian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) dilakukan dengan mendatangi langsung Keluarga Penerima Manfaat (KPM), atau door to door yang tersebar di 12 dusun Selasa 27/04/2021.

Pembagian BLT DD kampung bonglai dihadiri oleh, Iwan Setiawan SH kepala kampung, bhabinkamtibmas Bripda M Noviar, tim relawan covid 19 dan seluruh aparatur kampung bonglai.

Baca Juga  PPKM, Angkutan BUS Merugi

Iwan Setiawan SH kepala kampung bonglai menjelaskan pembagian BLT-DD untuk tahap pertama ini memang sengaja dilakukan pihaknya secara door to door untuk memudahkan para penerima itu sendiri. Mengingat, di kampung bonglai sendiri sebagian besar penerima BLT-DD merupakan keluarga miskin yang sudah lanjut usia dan memiliki sakit kronis. Selain itu, pihaknya juga mempertimbangkan jarak rumah penerima dengan kantor desa yang rata-rata cukup jauh untuk dijangkau. katanya.

Baca Juga  Team ODS Manjakan warga Negara Batin

Untuk yang menerima BLT DD sendiri kami ambilkan 4 kriteria berjumlah 25 orang yaitu Miskin,jompo,Lansia dan desabilitas di luar penerima PKH,BST,dan bantuan lainnya.

Terkait proses penyaluran BLT-DD, Iwan Setiawan SH kepala kampung bonglai memaparkan, Pemerintah kampung dengan melibatkan relawan sudah melakukan pendataan dan verifikasi lapangan untuk memastikan kelayakan calon keluarga penerima BLT. Setelah itu, pemerintah kampung menggelar Musyawarah Khusus untuk membahas dan menetapkan keluarga penerima manfaat.

Baca Juga  Implementasi Rekrutmen dan Seleksi Perangkat Kampung Bengkulu Jaya

“Riak-riak awalnya pasti ada, karena banyak masyarakat yang belum paham dengan proses pendataan tersebut. Tetapi dengan penjelasan dari kami Pemerintah Kampung, akhirnya masyarakat bisa mengerti,” lanjutnya.

Dirinya pun berharap agar bantuan senilai Rp. 300.000 per bulan ini bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Dia tidak ingin ada oknum penerima yang menyalahgunakan dana bantuan yang diterima dari pemerintah tersebut,tutupnya.

(RWK/HABIBI A.P)