Jelang Lebaran, Harga Karet Cenderung Turun

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]

Radarwaykanan.com, – Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, harga karet alam di Kabupaten Way Kanan, bertahan di kisaran Rp.8,500,- Untuk Kadar Karet Kering 40% dan Rp11.500 Untuk Kadar Karet Kering 70% per kg, Harga yang tak kunjung menaik, malah cenderung menurun itu, membuat sejumlah petani karet mengeluh.

Kenaikan harga yang diharapkan menuju harga normal sekitar Rp15 ribu per kg, tak kunjung terwujudkan. Sementara harga kebutuhan pokok sehari-hari mulai merambat naik menejelang hari raya idul fitri 1442 H Tahun 2021.

Imin (30), Petani karet yang berpenghasilan 80 kg per minggu ini tidak bisa berbuat banyak dengan harga karet yang masih berada pada level rendah itu. Ia hanya bisa pasrah, walau tidak mendapatkan harga yang remuneratif.

Baca Juga  Enam Bulan Tak Digaji,Syukur Mengadu Kepada Disnakertrans

“Kita bingung tak bisa berbuat apa-apa. Untuk menutupi kebutuhan rumah tangga saja kurang, belum lagi kebutuhan menjelang Lebaran dan kebutuhan lainnya,” keluh imin, usai menjual getah hasil deresannya di Pengepul Karet Kecamatan Blambangan Umpu, Selasa (11/05).

Dia berharap, pemerintah dapat memperhatikan keberlangsungan hidup petani karet untuk menyesuaikan harga karet dengan harga kebutuhan rumah tangga lainnya. Ia meyakini, jika harga karet bisa mencapai harga normal, petani akan bisa hidup dengan tenang dan tidak terlilit utang di sana-sini, akibat menutupi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Harapan kita adalah penyesuaian harga, agar para petani karet bisa nyaman,” ujarnya.

Baca Juga  Program KIA Gizi UPT Puskesmas Negeri Agung

Menurut Investigasi, Ketidak stabilan harga karet alam di tingkat petani diberbagai daerah dikabupaten Way Kanan juga di akui beberapa agen pada tingkat pengepul.

Sebagai informasi, Harga yang ditawarkan kepada para petani karet antara Rp.8,500 ribu hingga Rp11.500 per kg, tergantung kondisi kebersihan dan Kadar Karet Kering (KKK) 40% hingga diatas 70 %.

Terpisah Edi Seorang Pengepul Karet Di Kecamatan Blambangan Umpu Mengatakan Bahwa Terjadinya penurunan harga karet ditingkat petani dalam pekan ini dikarenakan pabrik mengalami tutup sementara atau libur, Sehingga pihak nya bersama pengepul lainnya sepakat tetap menerima produksi dari petani karet dengan catatan harga mengalami penurunan karena mengalami penampungan sampai dengan pabrik dibuka kembali se usai hari raya idul fitri.

Baca Juga  Empat Korban Arus Way Besai Berhasil Ditemukan

“Beberapa waktu lalu sempat mencapai Rp12.500 per kg. Kalau saat ini harga paling tinggi Rp11.500. Itu juga sesuai kesepakatan kita dengan petani,” ujar Edi, salah seorang pengepul karet di tingkat petani.

Edi juga tidak menampik jika naik turunnya harga karet dipicu oleh permainan spekulan di pasar global, Dugaan itu didasarkan pada pola perdagangan yang terjadi, Pergerakan harga karet yang tidak didasari pada persedian dan permintaan, membuat banyak spekulan yang memainkan informasi. “Faktor cuaca dan permainan spekulan menjelang lebaran juga mempengaruhi harga karet,” tukasnya.(RWK/AWAL).