BLAMBANGAN UMPU (RWK) – Pemerintah Kabupaten Way Kanan menggelar doa bersama untuk mengenang 40 hari wafatnya Tamanuri, Senin (4/5/2026). Kegiatan yang diisi dengan pembacaan yasin dan tahlil tersebut berlangsung khidmat di Nuwa Agung.
Sejak awal acara, suasana haru sudah terasa. Sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, hingga keluarga besar almarhum tampak hadir dan berbaur. Di antaranya Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Machiaclvelli, serta para kepala perangkat daerah dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Ayu Asalasiyah menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian sosok yang dinilainya telah banyak berjasa bagi pembangunan daerah. Ia menegaskan, Tamanuri bukan hanya dikenal sebagai politisi, tetapi juga figur yang dekat dengan masyarakat.
“Bagi banyak orang, beliau bukan sekadar pemimpin, tetapi juga seperti orang tua yang memberi teladan,” kata Ayu.
Menurutnya, nilai-nilai pengabdian, ketulusan, dan kerja keras yang diwariskan Tamanuri menjadi fondasi penting yang patut dilanjutkan. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga semangat tersebut dalam membangun Way Kanan ke depan.
Rangkaian doa berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan tahlil menggema di ruangan, diikuti para tamu yang larut dalam doa. Momen ini tidak hanya menjadi ajang spiritual, tetapi juga mempererat silaturahmi antarpejabat dan masyarakat yang hadir.
Di sela kegiatan, sejumlah tamu juga mengenang kiprah almarhum semasa hidup. Tamanuri dikenal sebagai sosok dengan dedikasi tinggi, baik saat memimpin Way Kanan selama dua periode maupun ketika menjabat sebagai anggota DPR RI di Komisi V yang membidangi infrastruktur.
Diketahui, Tamanuri mengembuskan napas terakhir pada 23 Maret 2026 di Rumah Sakit Royal Taruma. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat luas yang pernah merasakan kepemimpinannya.
Bagi banyak pihak, sosok Tamanuri akan selalu dikenang sebagai pemimpin yang sederhana, dekat dengan rakyat, dan konsisten dalam membangun daerah. Doa bersama 40 hari ini pun menjadi salah satu bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian yang telah ia berikan sepanjang hidupnya. (RWK/AT)






