Warga Kampung Say Umpu Keluhkan Jaringan Internet Lemot

Foto: Warga Kampung Say Umpu Keluhkan Jaringan Internet Lemot, terutama bagi anak sekolah yang kegiatan belajarnya dilakukan melalui Daring.

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]

Way Tuba(RWK),- Tidak sedikit di era modernisasi pada saat ini masyarakat menggunakan jaringan internet terlebih dimasa pandemik yang serba Online menuntut banyak orang hanya berdiam dirumah.

Namun apalah jadinya jika saat ini internet susah menjangkau hingga ke pelosok.

Salah satu kendala yang dialami Warga kampung Say Umpu, Kecamatan Way Tuba, Kabupaten Way Kanan mengaku sulit beraktivitas terutama pada saat proses administrasi online sebab jaringan internet sedikit berkendala (lemot dan sering eror).

Baca Juga  Angin Puting Beliung Porak-porandakan Kecamatan Negeri Besar

Lebih dari sepekan warga kampung Say Umpu, tidak mendapatkan jaringan internet memadai. Terlebih bagu Pelajar, pedagang hingga pegawai pemerintahan mengeluhkan hal ini.

Sebab bagi pelajar, jaringan pada saat pelajaran daring merupakan hal yang utama digunakan.

Tidak hanya itu pemerintahan kampung saat ini menggunakan sistem online berbasis internet yang digunakan sebagai laporan kampung.

“Lebih Hampir sepekan jaringan internet di desa kami jelek membuat belajar online pun susah apalagi kalau lagi daring. Tidak cuma iti berkomunikasi dengan keluarga yang di luar sana pun susah dikarenakan tidak ada sinyal sama sekali,” ucap Adil warga Say Umpu kepada Radar Way Kanan

Hal yang pasti, jika jaringan internet berkendala tentu Pelayanan administrasi kepada masyarakat terutama di perkampungan sedikit terhambat.

Baca Juga  Kampung Gedung Jaya, 3 Bacalon Telah Antar Berkas

“Jadi pekerjaan pemerintahan desa ikut terhambat. kami harus keluar kampung untuk mencari sinyal,” jelas, Dhendy staf bendahara Say Umpu.

Kepala kampung Say Umpu Minarni mengaku, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendapatkan layanan internet. Akan tetapi selalu menemui jalan buntu dan tidak diketahui kapan realisasinya.

“Keluhanya yang jelas susah jaringan Aparatur kampung, anak kuliah dan para guru, Klu mau tweb/daring tdk bisa, anak2 sekolah susah klu belajar daring sedangkan skrg blm boleh tatap muka.dan skrg relawan sdgs masih ngaplod data,
Klu ada tower pastinya masyarakat sangat senang dan sangat mengharapkn tower itu
Hingga saat ini belum ada tower jaringan seluler di kampung kami,” pungkasnya.

Baca Juga  Akhirnya Hujan Juga

(RWK-D/Dendi)