Satu Sekolah Di Way Kanan Belum Melaksanakan PTM?

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]

Gunung Labuhan(RWK), – Berdasarkan Surat Edaran Bupati Way Kanan, H. Raden Adipati Surya SH.MM, Nomor : 420/616/IV.01-WK/2021 mengacu pada Keputusan Bersama 4 Menteri Nomor 03/KB/202l, Nomor 384 TAHUN 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 TAHUN 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

 

Dalam hal itu, Pembelajaran Tatap Muka telah dimulai pada hari Senin (13/09). Meskipun PTM dilangsungkan namun protokol kesehatan harus tetap nomor satu. Sebagaimana yang ditegaskan oleh Komisi V DPRD Provinsi Lampung bidang pendidikan Deni Ribowo, S.E., yang apaibila terdapat dewan Guru yang membandel akan dikenakan sanksi yang tegas.

 

Menyikapi hal tersebut, tentunya tidak mudah bagi SMA N 1 Gunung Labuhan, yang mana pihaknya perlu berbagai pertimbangan. Oleh karena itu, hingga saat ini SMA N 1 Gunung Labuhan belum memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka.

Baca Juga  Memperlancar Aliran Air Dipinggir Sawah, Kampung Kota Jawa Bangun Draenase

 

Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah SMA N 1 Gunung Labuhan Dwi Wahyuningsih S.Pd. mengatakan pihaknya akan membuka PTM setelah kesepakatan bersama orang tua wali murid, yang mana tertera pada surat izin orang tua.

 

“Hari ini belum ada kegiatan belajar mengajar di SMAN 1 Gunung Labuhan. Untuk hari ini siswa hanya mengumpulkan surat izin orang tua terkait KBM tatap muka.  Berdasarkan SE Bupati WK dan surat izin Satgas C-19, kami diizinkan melaksanakan KBM tatap muka terbatas dengan menerapkan prokes dan beberapa syarat lain. Salah satu syaratnya adalah surat izin dari orang tua” ujar Dwi.

 

Selain itu juga, pihaknya akan memberlakukan PTM setelah syarat – syarat terpenuhi dan setelah para siswa telah melakukan Vaksinasi, menurutnya hal ini akan mencegah timbulnya cluster baru Covid-19.

Baca Juga  Kampung Sari Jaya Siap Sambut HUT RI

 

“Orang tua dan sekolah memfasilitasi (tidak menolak) vaksinasi untuk siswa. Nah, hari ini kami baru mengumpulkan surat izin tersebut. Bila memang ternyata orang tua siswa tidak mengizinkan anak – anaknya untuk mengikuti KBM Tatap Muka karena takut terjadi cluster sekolah, maka dimungkinkan siswanya tidak mengikuti KBM Tatap Muka dan tetap mengikuti KBM daring.  Bila nantinya sebagian besar orang tua siswa menolak PTM, maka SMAN 1 Gunung Labuhan nantinya akan tetap memberlangsungkan daring,” jelasnya.

 

Masih kata Dwi, pihaknya belum memberlakukan PTM karena berbagai alasan salah satunya sebagian besar orang tua wali belum mengizinkan anak – anaknya untuk divaksin, sementara syarat untuk dilangsungkannya PTM tersebut ialah sebagian besar baik tenaga pengajar maupun pelajar harus melakukan vaksinasi.

 

“Kalau dari pihak guru & TU SMAN 1 Gunung Labuhan hampir semuanya sudah divaksin, hanya masalahnya dari pihak orang tua siswa. Banyak orang tua siswa yang belum mengizinkan anaknya divaksin. Padahal vaksinasi ini adalah salah satu upaya untuk membentuk herd immunity, sehingga kita siap KBM tatap muka,” terangnya.

Baca Juga  Dansubramil Serta Bhabinkamtibmas Negeri Agung Kawal Vaksinasi Massal Di UPT Puskesmas

 

Lebih jauh Dwi Wahyuningsih berharap, setelah dilaksanakan PTM nantinya KBM tatap muka SMAN 1 Gunung Labuhan bisa terlaksana dengan lancar dan selalu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat (tetap bermasker, cuci tangan, menjaga jarak).

Selain itu juga, Para orang tua siswa mengizinkan putra – putrinya untuk mengikuti vaksinasi C-19 bagi Anak umur 12-17 tahun. Perlu ditingkatkan kesadaran vaksin. Hal itu untuk mempercepat terbentuknya herd immunity, di mana siswa sudah memiliki kekebalan terhadap virus C-19.

 

Pihaknya juga meminta kepada seluruh elemen masyarakat terkait untuk memberikan edukasi terkait vaksinasi. (RWK/Kadarsyah)