Radar waykanan.Com,
Negara Batin-Dalam rangka memeriahkan sekaligus memperingati Hari Jadi Kabupaten Way Kanan yang ke-27, Pemerintah Kecamatan Negara Batin menggelar kegiatan Bersih lingkungan yang bertujuan menjaga kelestarian alam. Bertempat di wilayah Kecamatan Negara Batin, kegiatan yang mengusung konsep “Korve Gerakan Asri” ini berlangsung khidmat namun penuh semangat.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar rutinitas kebersamaan, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan.Tim yang terdiri dari perangkat kecamatan, aparat keamanan, tokoh masyarakat, hingga warga setempat bahu-membahu melakukan kerja bakti bersih-bersih lingkungan. Jalanan dan area umum disapu bersih dari sampah dan rumput liar, menciptakan suasana yang jauh lebih nyaman dan asri.
Namun, agenda tidak berhenti di situ. Puncak kegiatan yang menjadi sorotan utama adalah aksi penanaman pohon secara serentak. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab bersama terhadap kondisi lingkungan saat ini.
Camat Negara Batin, Edi Saputra, memberikan penekanan khusus mengenai urgensi menjaga keseimbangan alam di tengah isu pemanasan global yang semakin nyata.
Menurutnya, kesadaran akan pentingnya penghijauan harus segera digelorakan kembali, terutama di wilayah Kecamatan Negara Batin yang memiliki karakteristik wilayah agraris.
“Kegiatan ini kita laksanakan dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Way Kanan yang ke-27. Namun di balik itu, kita semua harus menyadari bahwa dampak pemanasan global sudah sangat terasa. Sudah saatnya kita kembali sadar akan pentingnya penghijauan,” ujar Edi Saputra
Lebih jauh, Edi Saputra menjelaskan alasan mengapa gerakan ini sangat krusial bagi Negara Batin. Wilayah ini dikenal dengan masyarakatnya yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Seiring berjalannya waktu, banyak lahan pertanian yang kini beralih fungsi menjadi area perkebunan skala besar.
“Terkhusus di Kecamatan Negara Batin, ini sangat penting dilakukan. Kita tahu bahwa banyak petani di sini yang kini mengubah lahan mereka menjadi lahan perkebunan. Hal ini tentu mengubah struktur dan tutupan hijau di wilayah kita. Oleh karena itu, sudah saatnya kita untuk menanam pohon kembali, agar keseimbangan alam tetap terjaga dan udara tetap sejuk,” tegasnya.
Dengan ditanamnya puluhan bahkan ratusan bibit pohon pada kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang. Selain sebagai upaya mitigasi perubahan iklim, keberadaan pohon-pohon ini nantinya diharapkan dapat memberikan kesejukan bagi masyarakat serta mencegah terjadinya kerusakan lingkungan seperti erosi dan banjir. (RWK/JONI)






