Sadis! Begini Cara 6 Remaja di Lambar Menghabisi Nyawa Rekannya

Rabu pagi, 26 Januari 2022, Arga ditemukan di aliran Sungai Way Kabul. Kondisinya sudah tidak bernyawa.

Ipda Mahmudi mengungkapkan, barang bukti yang diamankan sebuah kayu kopi sepanjang sekitar 90 centimeter, motor Jupiter tanpa nomor polisi, tiga unit ponsel, celana dan baju milik korban serta motor Honda Spacy korban.

Diketahui, gabungan Tim Khusus Antibandit (Tekab) 308 Polres Lampung Barat dan Unit Reskrim Polsek Sumber Jaya mengungkap kasus pembunuhan terhadap Arga Prasetyo  (13), warga Pekon Sumber Alam, Kecamatan Air Hitam.

Baca Juga  Lagi Lagi Narkoba ! Satresnarkoba Amankan Pemuda Miliki Pil Ekstasi

Lima dari enam remaja yang diduga sebagai pelaku diamankan, pukul 00.30 WIB, Kamis 4 Agustus 2022. Mereka adalah RA (13), DP (14), DM (15), RC (14), RH (14). Sementara TJ, masih dalam pencarian. 

Kapolsek Sumber Jaya Kompol Ery Hafri melalui Panit Reskrim Ipda Mahmudi mengatakan, Arga Prasetyo ditemukan di sungai Kabul, Lingkungan Sukamaju 2,  Kelurahan Fajarbulan, Kecamatan Way Tenong, Rabu 26 Januari 2022.

Baca Juga  Jambret di Jalinsum Ditangkap Polisi

Awalnya, sekitar pukul 13.00 WIB, Selasa 25 Januari 2022, Arga Prasetyo pamit kepada orang tuanya dengan alasan hendak transaksi COD  ke Kelurahan Fajar Bulan.

Namun hingga malam, remaja itu belum kembali. Akhirnya pihak keluarga dan aparat Pekon Sumber Alam dipimpin Peratin Husain mencari keberadaan Arga.

Rabu pagi, 26 Januari 2022, seorang warga bernama Elhadi menemukan Arga di aliran Sungai Way Kabul. Kondisinya sudah tidak bernyawa.

Baca Juga  AZ Diringkus Polsek Banjit diduga Lakukan Curanmor

Ada luka di bagian belakang kepala, punggung, wajah dan leher, siku kiri kanan lecet serta bahu kiri luka lecet.

Jenazah Arga dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Air Hitam. Remaja itu dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.

Artikel ini juga telah tayang di Radarlampung.disway.id dengan link https://radarlampung.disway.id/read/644361/sadis-begini-cara-enam-remaja-di-lampung-barat-menghabisi-nyawa-rekannya