Monev PPKM Dikampung Negeri Agung.

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]

Negeri Agung (RWK), – Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kabupaten Way Kanan Di Kampung Negeri Agung, Kecamatan Negeri Agung, Dalam rangka Pemantauan dan Pengecekan Rumah Isolasi. Rabo (14/7).

“Dalam penganggulangan covid-19 yang terpenting adalah pencegahannya, sehingga PPKM Mikro tersebut sangat penting untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya karena PPKM mikro tersebut merupakan pengendalian pada level terkecil yaitu rukun tetangga atau RT,”Ungakap Tyas Chintia Pratiwi Kepala Kampung Negeri Agung, Sa’at Dikonfirmasi Radar Way Kanan Tentang Kegiatan Monev PPKM dari Tim Kabupaten.Rabo (14/7).

Tyas Juga menjelaskan dalam pelaksanaan PPKM mikro juga harus memperhatikan aspek-aspek lain seperti ekonomi, sosial dan budaya, seperti jangan sampai daya beli masyarakat menurun ketika dilakukan PPKM mikro yang juga dapat mempengaruhi aspek ekonomi.

Baca Juga  SLBM Kampung Karang Agung Tidak Bermanfaat

“Tujuan implementasi dari PPKM Mikro ini sangat Penting Tetapi diantara lain kita juga harus memperhatikan aspek-aspek lain seperti ekonomi, sosial dan budaya,”Jelas Tyas.

Menurutnya, Tujuan dari PPKM Mikro ini yakni memaksimalkan 3T (testing, tracing, treatment), isolasi pasien positif dan karantina bagi kontak erat, pembatasan mobilitas dan pergerakan, serta untuk penyaluran bantuan kepada masyarakat yang terdampak pandemi covid-19 dengan menekankan pada sekenario pengendalian pada level terkecil hingga level Rukun Tetangga/ RT.

Baca Juga  WARGA KAMPUNG GUNUNG PAKUWON BUDIDAYA CABE UNTUK MENAMBAH PENGHASILAN.

“Kita Harus mempunyai alur proses implementasi PPKM Mikro dan pembentukan posko antara lain adalah persiapan pembentukan posko, pengumpulan data dan penilaian indikator ppkm mikro serta penetapan ppkm mikro diwilayah tersebut,”Imbuhnya.

Sebagai Informasi, Pembentukan posko kampung tersebut diketuai oleh kepala kampung atau lurah serta ketua BPK atau tokoh masyarakat sebagai wakil ketua dan pokso kampung tersebut mempunyai tujuan untuk melaksanakan pencegahan ( sosialisasi dan penerapan 3M serta pembatasan mobilitas), Penangan (kesehatan, ekonomo, dan sosial), pembinaan (penegakan disiplin serta pemberian sanksi) dan Pendukung (data, logistik, komunikasi dan administrasi)

Baca Juga  Cegah Genangan Air, Warga Way Tuba Bersihkan Siring

Adapun, Indikator penetapan zona PPKM skala mikro tingkat RT adalah jika terdapat lebih dari 5 rumah dalam suatu RT yang memiliki kasus konfirmasi positif covid-19 maka zona tersebut dapat dikatakan merah, jika terdapat 3 sampai 5 rumah di satu RT yang memiliki kasus konfirmasi positif maka zona tersebut dikatakan oranye, jika terdapat 1 sampai 2 rumah dalam satu RT yang memiliki kasus konfirmasi positif maka zona tersebut dikatakan kuning dan jika tidak ada kasus positif pada satu rukun tetangga maka zona tersebut dikatakan zona hijau.(RWK/AWAL).