oleh

Makna Hari Raya Saraswati Bagi Umat Hindu Di Kampung Negara Ratu

-sosial Budaya-69 Dilihat

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]

Pakuan Ratu RWK– Masyarakat umat Hindu Dusun Kp 5 Kampung Negara Ratu Kecamatan Pakuan ratu Kabupaten Way kanan, Laksanakan Rahajeng rahinan Saraswati Umat sedharma di kampung tersebut, pada Saptu (28/8/21) ini.

Dalam Hal tersebut Made salah satu masyarakat kampung tersebut memberikan penjelasan mengenai pengertian dari acara tersebut, Hari Raya Saraswati adalah hari turunnya ilmu pengetahuan, Umat Hindu Dharma di Bali merayakannya setiap 210 hari, dengan menggunakan perhitungan kalender Bali pada Sabtu (Saniscara), Umanis (Legi), Watugunung. Pada hari saraswati dilakukan pemujaan pada Dewi Saraswati sebagai Dewi Ilmu Pengetahuan dan Seni.

Dalam tradisi Bali, Dewi Saraswati disebut Hyangyangning Pangaweruh atau Dewa ning Pangaweruh yaitu dewa yang menguasai ilmu pengetahuan yang linggastana di Aksara atau huruf. Dewi saraswati yang dipuja sebagai penguasa ilmu pengetahuan yang linggastananya adalah aksara, mempunyai berbagai keutamaan tuturnya,

” Masih made meneruskan, Di dalam pustaka suci Weda terdapat beberapa puja dan pujian mengenai keutamaan Beliau. Seperti misalnya dalam Reg Veda I.3.10 yang berbunyi demikian.
“Pavaka nah Saraswati Vajebhir Vajinivari Yajnam vastu dhiyavasuh”

“ Yang berarti, Semoga Saraswati, yang menyucikan, yang amat kaya, yang memiliki sumber ilmu pengetahuan, mendatangi persembahan kami”. (Agastia.1997:52)

Mengenai makna simbol-simbol dan atribut Dewi saraswati juga dijelaskan dalam Kamus Istila Dalam Agama Hindu, Dikatakan bahwa Hari Saraswati atau Hari Dewanya Ilmu Pengetahuan juga sebut hari Pawedalan Sang Hyang Aji Saraswati. Beliau dilambangkan dengan seorang Dewi membawa wina, genitri, pustaka suci, serta duduk diatas angsa. Adapun arti simbul-simbul tersebut, dewi adalah simbol kekuatan yang indah, cantik, menarik, lemah lembut, dan mulia sebagaimana sifat dari ilmu pengetahuan itu.

Namun dari Hal tersebut, ada beberapa macan simbol yang perlu diketahui, bahwa alat Musik (wina) adalah simbul seni budaya yang agung, Genitri adalah simbul dari kekekalan dan tak terbatasnya ilmu pengetahuan itu, Pustaka Suci adalah simbul dari ilmu pengetahuan suci, Teratai adalah simbul kesucian ilmu pengetahuan yang bersumber dari Sang Hyang Widhi, Angsa adalah simbul dari kebijaksanaan untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk.

Maka dari makna atribut inilah kita dapat mengetahui bahwa ilmu-ilmu kesucian dan pengetahuan tidak ada habis-habisnya. Meskipun manusia mampu mengumpulkan berbagai ilmu sebanyak-banyaknya sepanjang hidupnya, tetapi itu hanya sekelumit saja dari yang ada. Jadi kemampuan manusia hanya terbatas. Oleh karena itu, janganlah manusia menyia-nyiakan kehidupanya sebagai manusia. Kumpulkan sebanyak-banyaknya ilmu-ilmu yang menjadi minatnya, tidak hanya ketika manusia masih dalam masa brahmacarya, tetapi seterusnya, hingga tiba saatnya ke asalnya tutup made dalam penyampaian nya’ RWK/M. Azhari.