Negeri Agung, (RWK )– Sedihnya para petani jagung yang mengalami gagal panen akibat iklim yang tak menentu sehingga musim kemarau dan penghujan tidak dapat di prediksi lagi.Rabu 31/07/0/2024
Musim kemarau tahun ini banyak menyayat hati para petani jagung, sehingga menghadirkan kesedihan tersendiri bagi mereka yang gagal panen akibat modal yang lumayan banyak tertanam dengan harapan agar penen hasil bisa memuas, alih-alih mau mendapatkan hasil yang baik malah jagung pada kerdil bahkan tak berbuah akibat hujan tak kunjung datang.
Seperti yang di alami lik karno yang akrab di sapa,yang merupakan petani jagung Gedung Jaya kecamatan Negeri Agung saat di jumpai awak media di ladangnya menyampaikan ungkapan yang memprihatinkan ,dimana jagung yang ia harapkan kerdil bahkan tak berbuah.
“Melas mas ngeliat jagung gini,kriting semua karena nggak ada hujan, padahal inilah yang saya harapkan untuk penunjang bertahan hidup,”ucapnya dengan lesu.
Sementara itu Lia petani jagung Blambangan Umpu juga mengungkapkan keluh kesahnya saat dijumpai awak media dimana jagung yang ia harapkan untuk di panen ternyata tidak berbuah semua daunnya tampak kriting dan menguning.
“Waduh sedih pak ,jagung tahun ini nggak panen,modal abis kesitu,gimana mulai dari bibit,sampai pupukpun mahal,bahkan untuk pupuk kemarin itu langka,kalau adapun harganya tinggi,”ungkapnya sambil tertunduk lesu.
Disisi lain gogok sapaannya salah satu petani jagung dan singkong mengatakan bahwasanya belakangan ini pupuk susah didapat kalaupun ada pasti harganya tinggi ,ia tidak berharap kedepannya siapapun pemimpin Way Kanan dapat memperhatikan nasib para petani.
“Sulit pak kami petani ini,pupuk sering langka,pupuk dapat dilanda kemarau, sehingga banyak yang gagal panen khususnya petani jagung, semoga ditahun tahun yang akan datang siapapun pemimpin Way Kanan dapat membantu dan memperhatikan nasib kami para petani,”paparnya sambil menghisap sebatang rokok .RWK – (SR)












