oleh

BBM Selangit, Warga Pedalaman Susah Cari Pertalite, Apa Sebab?

-Way Kanan-47 Dilihat

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]

RADARWAYKANAN.COM– Akibat harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi meroket. Masyarakat menjadi resah. Termasuk dibeberapa wilayah jauh jangkauan. BBM eceran langka. Kalaupun ada, harganya fantastis.

Akibat kenaikan BBM ini, selain melumpuhkan sektor ekonomi, juga berimbas pada aspek sosial masyarakat. Bahkan ditemukan beberapa wilayah Kabupaten Waykanan penjual BBM eceran gulung tikar.

“Semenjak harga BBM melangit. Tak jarang penjual eceran tutup warung. Sehingga wilayah pedalaman yang jauh dari SPBU merasa kesulitan. Contohnya saya, dari ujung Kampung sampai perbatasan kampung belum juga menemukan jualan BBM, seperti BBM sekarang seharga emas,”keluh Wintra (32) salah seorang pengendara roda dua yang mengaku asal Kecamatan Negeri Besar saat melintas di wilayah Gunung Labuhan.

Rupanya tak hanya dirasakan Win. Akibat lonjakan harga BBM itu berdampak juga terhadap Sahroni (40) (Tukang Chainsaw.red) jasa potong kayu. Ia terpaksa menaikkan upah jasanya. Karena keputusannya itu, berdampak sepi pelanggan.

“Kalau tebang potong membuat balok saya kasih jasa Rp.150.000 Kubik. Kalau kayu jadi 700.000 per Kubik, kalau saya naikkan jasanya jadi sulit mendapat Job gesekan,”keluh Sahroni seraya berharap pihak berkompeten menyampaikan keluhan tersebut kepada pemerintah.RWK/Oksi.