iklan

Wih !! Petani Kampung Gisting Jaya Ciptakan Bajak Baknya Hentraktor

Foto : rangkaian bajak,kreasi anak kampung gisting jaya.

.

Negara Batin RWK, – , Seorang warga kampung Gisting Jaya,kecamatan Negara Batin,kabupaten Way Kanan, menciptakan traktor tangan pembajak sawah yang dikendalikan dengan stir seperti hentraktor besar,dan di modifikasi menjadi DOSER Karena bisa berjalan dan menggarap sawah milik nya sendiri.

Malik (34) warga RT 10/ blok B 1, Kampung Gisting Jaya, Kecamatan Negara Batin yang telah menciptakan traktor tangan menjadi DOSER dan di kendalikan seperti hentraktor besar. Traktornya itu bisa menggarap sawah nya sendiri tampa menguras tenaga karena di rakit sekian rupa persia seperti hentraktor besar.

Bacaan Lainnya

Untuk membuat traktor tangan ini menjadi DOSER,Malik menggabungkan beberapa komponen, mulai dari merombak kaki kaki nya, serta memasak hidrolik untuk naik turun kan bajak,menghabiskan biaya sekira Rp. 30.000.000 ,penggabungan mekanik hingga merangkai beberapa sparepart elektronik lainnya. Setelah rangkaian dihubungkan satu sama lain, maka traktor tangan ini siap bermanuver kesana kemari di tengah sawah tampa menguras tenaga

Baca Juga  Supriyadi : Mudah Mudahan Hasil KKN Memberikan Manfaat Untuk Masyarakat

Sementara itu, proses koneksi kemudi traktor berasal dari bekas stir mobil yang sudah tidak terpakai,rem sepeda motor yang dihubungkan langsung ke kontrol mekanik yang telah dirangkai di dalam kotak yang terletak pada tubuh traktor. Kabel jenis seling tipis ini memiliki fungsi untuk bermanuver belok kanan, belok kiri serta handle gigi layaknya sperti mobil.

“Rangkaian intinya,hidrolik, power stering, dan stir penggerak. Untuk cara kerjanya yaitu panbel yang terhubung di antara mesin dan rakitan pada roda belakang, yang bekerja kemudian untuk menghidupkan rangkaian elektronik yang telah dibuat sedemikian rupa dan menggerakkan motor penggeraknya berupa kopling sebelah kanan dan juga di bagian kiri untuk gas,” kata Malik ketika ditemui RADAR WAY KANAN di persawahan yang tak jauh dari rumahnya,

Untuk rangkaian elektroniknya sendiri, pria yang juga memiliki hobi memancing itu mengaku harus memesan alat sampai pulau jawa, Ide pembuatan traktor tersebut berawal karena di daerahnya sudah langka ditemukan buruh penggarap sawah. Kalaupun ada, tarifnya sangatlah mahal

Baca Juga  Pemerintah Kampung Mulya Agung Giatkan Gotong Royong Menuju HUT RI Ke-76

“Awalnya karena saya hobi mancing,dan saat mancing melintasi area persawahan, kemudian saya melihat orang tua yang sedang membajak dengan bajak tangan, saya coba terapkan sistem kerjanya dengan traktor untuk membajak sawah dan akhirnya berhasil. Di sini sudah jarang tukang garap sawah, makanya saya ciptakan traktor ini biar lebih efektif nggarap sawahnya,” imbuh MALIK

Pria kelahiran jawa ini menambahkan, untuk merangkai traktor yang ia ciptakan sebulan lalu tersebut, setidaknya dibutuhkan dana antara 25 hingga 30 juta rupiah. Selain menyewakan traktor miliknya, ia pun juga menerima pesanan rangkaian untuk traktor ini jika ada masyarakat yang membutuhkan

Meski masih perlu disempurnakan, namun setidaknya inovasi ini kedepan bakal sangat berguna bagi para petani agar lebih efektif dan efisien dalam membajak sawah.

“Lebih efektif dan efisien jika menggarap sawah dengan traktor ini. Sehari kira-kira bisa nggarap 2 sampai 3 hektar, kalau manual ya bisa berhari-hari. Yang jelas tidak capek, bisa berteduh nggak harus panas-panasan, anggap aja main game kan asyik, bisa sambil vidio calljuga,” tutupnya.Rwk/andri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.