Viral di Medsos, Polemik Kecelakaan Pejabat Way Kanan

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]

Blambangan Umpu,RADARWAYKANAN.COM, – Seorang Pejabat mestinya memberikan contoh yang baik bagi warganya, sebagaimana semestinya ia diberi Amanah sebagai pejabat, akan tetapi tidak demikian yang dilakukan oleh Asisten I Setdakab Way Kanan, Selan, SH, yang diduga dengan semena mena menelantarkan Dimas Aggara, salah satu dari korban yang ia tabrak dengan menggunakan mobil Dinas BE 11 W ( kendaraan Dinas Asisten I Sekdakab Way Kanan, red ) pada hari Selasa tanggal 5 Juli 2022 sekira pukul 14.30, Di depan Islamic Center Waykana Kelurahan Blambangan Umpu Kecamatan Blambangan Umpu Waykanan.

“ Sebenarnya sejak awal kejadian kami sudah ingin melaporkan kejadian itu ke Polres Way Kanan, akan tetapi karena saat itu dia ( Selan red ) menyatakan akan bertanggung jawab, jadi kami berpikir lebih baik diselesaikan secara kekeluargaan, akan tetapi tak dinyana walaupun ternyata pejabat dimana sama saja janji gak suka menepati, sampai sekarang sama sekali belum membantu , ” ujar Juan, Paman Dimas.
Masih menurut Juan, pasca ponakannya diduga ditabrak oleh Pejabat teras Way kanan tersebut, pihaknya langsung membawanya ke RS Handayani Kotabumi , sesuai dengan rujukan dokter pihak RS Handayani minta laporan kepolisian tentang laka lantas tersebut agar seluruh pengobatan ditanggung oleh Jasa Raharja, pihak keluarga justru memilih untuk bayar sendiri berdasarkan keterangan bahwa pengendara mobil ( Asisten I Setdakab Way Kanan red ), tersebut siap bertanggungjawab dan memilih diselesaikan secara kekeluargaan.

Baca Juga  Sambut Tahun Baru Islam, Masyarakat Pulau Batu Adakan dzikir dan Doa Bersama

“Ketika kami masuk ke rumah sakit Handayani mereka langsung tanya kalau ini korban lakalantas sebaiknya lapor polisi agar ditanggung oleh Jasa Raharja dan mendapat perawatan yang lebih baik. Tapi setelah saya berkonsultasi dengan adik saya dan menyampaikan bahwa pak Selan pejabat tinggi Waykanan ( Asisten I red ), siap bertanggungjawab, adik saya bilang bayar sendiri saja kalau pak Selan siap bertanggungjawab. Gak enak kalau sampai dibawa polisi”. Imbuh Juan

Masih menurut Juan, tepat 7 hari dari kejadian, Selan sempat datang, mirisnya saat ditunjukkan kwitansi dari RS Handayani sebesar 8 juta rupiah serta biaya lain lainya kurang lebih total 11 juta rupiah Asisten I Way kanan itu seakan tidak percaya.

“ Awalnya dia siap mengganti biaya Rp.8 juta rupiah dari Rp 11 Juta rupiah yang kami keluargakan untuk mengobati Dimas, dan kamipun menerima akan tetapi faktanya, sampai hari ini, janji itu tidak terealisasi dengan berbagai macam alasan jangankan Rp, 8 juta, satu rupiah pun belum ada janjinya yang dipenuhi.”tegas Juan.

Baca Juga  Pasang Rangka Baja, M Fauzi Syahid tersengat listrik

Pernyataan Juan yang mewakili dari Keluarga Dimas Anggara Bin Pulau dibantah semua oleh Selan SH 9 Assiten I Setdakab Way Kanan ed ), dimana menurut Selan, sejak awal kejadian ia langsung menyatakan siap bertanggung jawab walaupun sebenarnya peristiwa tersebut tidak sepenuhnya menjadi kesalahannya, karena ia yang di tabrak motor, bukan mobilnya yang menabrak motor.

“ Saat kejadian saya sedang dalam perjalanan menuju Simpang 4 ( Negeri Baru red ), ketika tiba di depan Gedung Islamik Center K m5 Blambangan Umpu, tiba tiba saya mendengar brak ada motor yang nabrak bagian sebelah kiri bagian kepada mobil yang saya kendarai, jadi saya yang di tabrak bukan saya yang menabrak, sebab logikanya kalau saya yang nambrak pasti motor itu dibagian muka mobil yanag saya kendarai ,” ujar Selan.

“ saya kira motor itu terlalu ngebut karan tidak sempat lagi nginjak rem dan kepalanya yang terluka itu karena mereka tidak menggunakan helm, akan tetapi sebagai Manusia saya tetap lakukan sebagaimana cara kita orang timur dimana sepulangnya dari berobat, saya datang berkunjung dan ketika itulah orang tua anak itu menunjukkan kwitansi biaya berobat sebesar 7 jutaan, ditambah biaya laian lain yang di total hingga Rp 11 Jutaan.

Baca Juga  Pemkam Mulya Agung Gelar Musrembangkamp dan Pembentukan Panitia Pilkakam

Awalnya saya siap bantu Rp, 4 juta, karena orang tua si empunya Motor juga meminta bantuan untuk mendandan motornya yang rusak, karena itu Pulau orang tua Korban langsung menelpon Ruslan si empunya motor, dan ahirnya karena melihat mereka berdua agak tegang, karena ayah korban minta bantuan juga dengan si empunya motor, ahirnya saya katakan biarlah saya yang membantu pengobatan tetapi saya tidak bantu memperbaiki motor, “ujar Selan.

Karena belum juga ada titik temu, ahrinya saya meminta bantuan Satuan Lalu lintas Polres Way Kanan guna ikut menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan, dan besok rencananya kami akan dikumpulkan di Polres Way Kanan,” imbuh Selan. RWK