Usai Bangun Pura Bedugul, Umat Hindu Kampung Karang Agung Langsung lakukan pembersihan

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]

Pakuan ratu RWK,- Sebagian Masyarakat Yang Beragama Hindu Di Dusun 4 karang sari, Kampung Karang Agung Kecamatan Pakuan ratu Kabupaten way kanan, Usai Membangun Pura Bedugul dan lakukan pembersihan di seputaran pura Bedugul tersebut,

Yang Terletak di dusun 4 karang sari, Kampung Karang Agung Pada Rabu (7/7/21)

Salah satunya dari masyarakat tersebut, Made purpe (Lempod) mengatakan bahwa, Pura Bedugul adalah Daerah ini dikenal memiliki udara yang sejuk, areal pemukiman kampung, dikelilingi pura pura besar; yaitu Beratan, Buyan, dan Tamblingan. Masing-masing pure ini berperan vital bagi kehidupan masyarakat Hindu sehingga memiliki posisi penting secara spiritual sesuai ajaran Hindu yang dianut masyarakat Bali. Karena itulah, di masing-masing pure ini, berdiri pura khusus yang disebut Pura Ulun Danu. Salah satu di antara tiga pura yang dianggap memiliki arti paling penting serta sejarah panjang adalah Pura Ulun Danu Beratan.

Baca Juga  Diduga Oknum Perangkat Sunat Dana BLT DD

Salah’satu dari masyarakat Hindu, sabar (40) menjelaskan beberapa pengertian dari pura Secara harfiah, “pura ulun danu” berarti di pura di atas danau dan dapat dijabarkan sebagai pura yang didirikan sebagai tempat pemujaan terhadap Sang Hyang Widhi Wasa dan dewa-dewa pemelihara suatu danau. Beberapa lontar menyebutkan Pura Ulun Danu Beratan menjadi tempat pemujaan kepada Sang Hyang Widhi dalam prabawanya sebagai Dewa Kemakmuran. Pura ini juga berfungsi sebagai tempat pemujaan dewi yang bersemayam di Danau Beratan, yaitu Dewi Laksmi – yang merupakan dewi kesuburan dan keindahan. Selain itu, keberadaan Danau Beratan sebagai sumber air bagi irigasi pertanian untuk areal sekitar membuatnya menyandang status Pura Kahyangan Jagat, yaitu pura umum tempat persembahyangan umat Hindu dari lintas daerah, golongan, dan profesi. Ujar sabar”. RWK/ M. Azhari.