Pemerintah Kampung Suka Negeri Dorong PPKM Mikro

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]

Gunung Labuhan- RWK, – Pemerintah Kampung Suka Negeri didorong untuk menyiapkan tempat isolasi terpusat dikampung setempat, khusus bagi orang yang terinfeksi Covid-19 dengan gejala ringan maupun tanpa gejala. Sehingga dapat menekan penyebaran infeksi virus tersebut.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 kampung Suka Negeri, Akeman Gibran pada saat memimpin persiapan rumah isolasi, Kemarin Jum’at (17/07).

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, untuk memutus rantai penularan Covid-19 sebagai mana yang tertera dalam Surat Edaran Bupati Way Kanan Nomor; 360/478/IV.05/WK/2021.

Baca Juga  Kakam Pulau Batu Bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas Himbau Warga Patuhi Prokes.

“Saat ini tren penyebaran Covid-19 juga termasuk cepat, tapi sayangnya tren tersebut tidak diimbangi dengan Fasilitas kesehatan”ujarnya.

Sementara,anggaran operasionalnya diambilkan dari dana desa sebagaimana yang telah diatur dalam permendes yang mana prioritas dana desa 8% diperuntukkan sebagai penangan covid-19. 

Oleh karenanya pemerintah kampung Suka Negeri menurunkan langsung alat berat yang digunakan untuk membantu persiapan rumah isolasi.

Baca Juga  Polres Way Kanan Lakukan Vaksinasi Covid-19 Dosis Ke 2 di Baradatu

Disampaikan, sejak PPKM Mikro dilaksanakan 9 Juli lalu, angka penambahan pasien terkonfirmasi baru turun. Pemerintah kampung Suka Negeri juga dituntut untuk memperketat protokol kesehatan sebab kampung Suka Negeri sendiri berbatasan langsung dengan kabupaten lampung utara. 

Sejak PPKM Mikro, imbuh Akeman, semua menjadi lebih fokus, baik dalam upaya pencegahan maupun perawatan, dan pengobatan bagi pasien positif Covid-19. Apalagi di Kampung Suka Negeri, sebelumnya sudah ada program Kampung Tangguh Covid-19. Jadi lebih sinkron dalam penangannya.

Baca Juga  Campang Lapan Tetapkan Penerima BLT DD Tahun 2022 Melalui Muskamsus.

 
“Meski saat ini jumlah kasus di kabupaten Way Kanan di bawah 250 (orang), tapi jangan lemah. Tetap prokes diketatkan, agar kesadaran kolektif terbangun. Pandemi masih ada, kita hadapi bersama-sama dengan bersinergi dan kolaborasi dengan semua pihak,” tandasnya. (RWK/Kadarsyah).