oleh

Pelayanan Bank Rakyat Indonesia KCP Blambangan Umpu Kecewakan Nasabah

-Umum-222 Dilihat

BLAMBANGAN UMPU (RWK)– Pelayanan di kantor cabang pembantu Bank Rakyat Indonesia (BRI) KCP Blambangan Umpu kembali menuai sorotan. Sejumlah nasabah mengaku kecewa akibat keterlambatan jam operasional hingga satu jam serta tidak tersedianya kartu ATM, (31/3/26).

Kondisi tersebut bahkan membuat beberapa nasabah memilih meninggalkan lokasi tanpa mendapatkan layanan.

Salah satu nasabah yang mengalami langsung kejadian tersebut adalah Yoni Aliestiadi, Ketua SMSI Way Kanan. Ia datang sesuai jadwal layanan, namun justru mendapati informasi bahwa pelayanan baru dimulai satu jam lebih lambat.

“Kami datang pukul 13.00 WIB sesuai jadwal. Tapi justru diinformasikan pelayanan dimulai pukul 14.00 WIB. Ini jelas molor satu jam. Sangat mengecewakan,” ujarnya.

Kekecewaan semakin bertambah ketika dirinya hendak mengganti kartu ATM yang rusak, namun pihak bank menyampaikan bahwa stok kartu ATM sedang kosong.

“Ini bank besar, tapi kartu ATM saja tidak ada. Kami ini nasabah, bukan datang untuk dipermainkan,” tambahnya.

Akibat pelayanan yang dinilai tidak optimal tersebut, Yoni memutuskan untuk meninggalkan kantor bank. Hal serupa juga dilakukan sejumlah nasabah lain, termasuk calon nasabah yang berniat membuka rekening baru.

Situasi ini dinilai menjadi peringatan serius terhadap kualitas pelayanan perbankan di daerah. Jika terus berlanjut, kondisi tersebut berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan.

Sebagai bank milik negara, Bank Rakyat Indonesia diharapkan menjalankan standar pelayanan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk memberikan layanan profesional, tepat waktu, dan tidak merugikan nasabah.

Keterlambatan tanpa kepastian serta tidak tersedianya fasilitas dasar seperti kartu ATM dinilai bertentangan dengan prinsip pelayanan prima (service excellence) yang selama ini digaungkan industri perbankan.

“Kalau pelayanan seperti ini terus terjadi, wajar kalau masyarakat kecewa. Jangan hanya bagus di slogan, tapi realitanya jauh dari harapan,” ujar Yoni.

Masyarakat pun berharap adanya langkah cepat dari manajemen Bank Rakyat Indonesia untuk melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya di tingkat kantor cabang pembantu.

Hingga berita ini diturunkan, pihak BRI KCP Blambangan Umpu belum memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan tersebut. (RWK)