Pasar Tutup, Pinggir Jalan Pun Jadi

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]

Blambangan Umpu-RWK, – Penutupan Pasar pemda di km 2 Blambangan Umpu secara mendadak oleh Dinas Indag( tadinya tidak ditutup), membuat masyarakat menjadi kelimpungan untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari, akan tetapi ternyata para pedagang tidak kehabisan akal mereka menggelar dagangan mereka di ruang ruang kosong di luar pasar dan dengan menggunakan protokol kesehatan semampunya.

” Bagaimana kami mau pulang pak karena dagangan kami ini sayur-sayuran ini kalau tidak kami jual pasti akan layu dan rusak gimana hal itu akan membuat kami rugi besar jadi terpaksa kami tetap menggelar dagangan kami di pinggir Jalan Namun kami minta kepada pembeli agar tetap jaga jarak dan memakai masker kami berharap petugas juga dapat bijaksana karena kami pun baru tahu u kalau pasar KM 2 ini ditutup setelah kami sampai di sini,” ujar joko penjual sayuran yang datagnya dari Baradatu.

Baca Juga  Samsat Ajukan 1 Unit Samling dan Samdes Ke Bapenda Lampung

Pernyataan Joko dibenarkan oleh Nardi penjual tempe yang datang dari Bukit Kemuning Lampung Utara menurut Nardi hingga tadi malam pihaknya mendapat informasi kalau pasar Km dua Blambangan Umpu tetap buka

” setelah penutupan pasar Simpang 4 Negeri baru dan  kami  mencari nformasi tentang pasar Km 2 Blambangan Umpu dan katanya pasar km 2 Blambangan Umpu tetap buka makanya kami kesini, ternyata setelah sampai pasar tutup , mau gimana lagi ” ujar Nardi

Baca Juga  Ixuan Ahmadi:Permenkeu Sudah Disampaikan Ke Kampung

Ternyata selain ruang kosong yang ada di pinggir jalan sepanjang jalan protokol ibukota Way Kanan para pedagang juga akhirnya menggelar dagangan mereka di pasar kecil pasar tempel yang ada di perbatasan antara Kelurahan Blambangan Umpu dan kampung lembasung di mana tentu saja hal itu disambut hangat oleh warga setempat yang sempat kecewa karena ada penutupan pasar KM 2 Blambangan Umpu secara mendadak.

” syukurlah pada pedagang membuka lapak di pasar tempel ini kalau tidak mau kemana lagi kami mencari kebutuhan hidup sehari-hari yang menjadi pertanyaan besar bagi saya adalah Mengapa pemerintah melarang pedagang kecil untuk berjualan sementara Indomaret maupun alfamaret tetap dibiarkan buka padahal nyata-nyata Indomaret dan Alfamart tersebut juga membuat orang berkumpul dan menumpuk Cek saja di dalamnya dan bahkan terkadang air galon untuk cuci tangan yang ada di depan Indomaret atau alfamaret itu tidak berisi dan tidak ada Sabunnya,” ujar Eka Firman dan Badir .

Baca Juga  Suasana Pilkada Bandar Dalam Masa Pandemi

Menurut Eka Pemerintah tidak juga disalahkan karena masyarakat perlu menenuhi kebutuhan mereka, tidak perlu dibubarkan pasar tempel ini yang penting prokesnya di jalankan,” ujar Eka Firman, Coba Infomaret dan Alfa yang ditutup berani tidak,’ imbuh  aktivis LSM EMPPATI.Way Kaban tersebut.RWK/Red