oleh

Miris ! Petani Jagung Terancam Gagal Panen, Ini Penyebabnya

-Umum-161 Dilihat

RADARWAYKANAN.COM – Petani Jagung terancam gagal panen, bertubi-tubi rintangan yang dilalui. Dimulai harga benih yang fantastis, harga pupuk mencekik belum juga dilanda hama, batang busuk, daun menguning hingga berdampak tidak keluarnya buah ditambah lagi cuaca tidak mendukung, pohon jagung rubuh diterpa angin kencang sehingga pesimis untuk melakukan penanaman di periode berikutnya.

Keluhan tersebut disampaikan Deden, salah seorang petani Jagung Kampung Gunung Baru Kecamatan Gunung Labuhan Waykanan. Menurutnya, akibat problematika ini membuat petani tidak balik modal, sebab terlalu banyak cobaan.

“Kalau seperti ini kami sebagai petani jadi pesimis, jera dibuatnya. Belum semuanya mahal, dimulai dari pembibitan (benih.red) sudah mencapai Rp. 700.000 per sak, harga pupuk mahal dan langka. Diperparah banyak penyakit jagung yang tiba-tiba berdatangan belakangan ini seperti daun menguning, tidak berbuah harga juga tidak sesuai bukankan ini tidak seimbang,”keluh Deden kepada Radarwaykanan seraya berharap kepada pihak berkompeten untuk melakukan peninjauan secara langsung supaya petani tidak resah.

Pernyataan Deden tersebut dibenarkan Nandar petani jagung asal Kampung Bengkulu Jaya. Menurut Nandar, hampir seperempat hektare jagungnya rubuh diterpa angin, ironisnya tanaman bernama Ilmiah Zea may ini, juga mengalami batang busuk dan daun menguning yang belum diketahui sebabnya.

“Sampai detik ini saya tidak tahu sebab akibat yang dialami tanaman jagung saya, kalau dia hama mana obatnya. Mirisnya, penyakit daun menguning ini menular ke tanaman jagung lainnya. Tidak ada alternatif lain selain di cabut batangnya lalu buang jauh,”ujar Nandar.

Nandar menambahkan, dengan situasi ini membuat petani terjebak dalam hutang. Karena banyak modal yang dikeluarkan dengan menjanjikan panen raya.

“Pohon karet sudah ditebang karena harga murah, maksud hati bertransportasi ke bertanani jagung supaya mendapat duit cepat ini malah buntung,”pungkasnya.RWK/ Oksi.