Karya Jaya laksanakan Penyuluhan serta Pelatihan Pencegahan Stunting Dan Paranting

l

Way Tuba Rwk, Dalam rengka Mensukseskan program pemrintah, Pemerintahhan kampung Karya Jaya Bersama dinas Kesahatan melaksanakan penyuluhan serta pellatihan Stunting dan paranting. Di balai kampung setempat,

dalam Acara tersebut Bambang susilo S,AN
Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM), P3MD selaku Tutor penyuluhan mengatakan”
Stunting merupakan sebuah kondisi di mana seorang anak mengalami gangguan pertumbuhan yang menyebabkan panjang atau tinggi badannya tidak tumbuh sesuai potensial yang dia miliki. Oleh karena itu, anak yang stunting memiliki tubuh yang lebih pendek dibandingkan dengan anak-anak seusianya.

Stunting tidak terjadi secara tiba-tiba. Secara umum, stunting disebabkan oleh ketidakcukupan pemenuhan nutrisi. Kondisi ini dapat dimulai bahkan ketika janin masih berada di dalam kandungan hingga berlanjut setelah bayi lahir, terutama dalam 2 tahun pertama kehidupan. Penyebabnya antara lain adalah kondisi sosioekonomi keluarga, cara pemberian makan yang salah (inappropriate feeding practice), dan apabila anak terkena menderita infeksi atau penyakit kronik.

Baca Juga  Kakam Sunsang Pimpin APel Senin Pagi di Balai Kampung

Proses ini yang menyebabkan stunting berbeda dengan anak yang berperawakan pendek (stunted). Seorang anak dikatakan berperawakan pendek apabila tinggi badan berdasarkan usianya berada di bawah Z-score -2 berdasarkan grafik pertumbuhan anak WHO. Kondisi stunted bisa disebabkan oleh faktor genetik dan keluarga, misalnya apabila kedua orangtua juga berperawakan pendek.

Baca Juga  Dugaan Ada Penyimpangan Pengadaan Material Bedah Rumah, DPRD Way Kanan Panggil Hearing Pelaksananya

dirinya menambaahkan Bagaimana tanda dan gejala stunting pada anak
Berdasarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, seorang anak dapat dikatakan stunting ketika sudah melakukan pengukuran panjang/tinggi badan, kemudian dibandingkan dengan standar baku pengukuran tinggi badan menurut usia dari WHO, dan hasil pengukuran berada di bawah standar. Sehingga, stunting tidak dapat dilihat hanya berdasarkan perasaan atau kira-kira tanpa adanya pengukuran yang pasti. Selain panjang/tinggi badan, pengukuran berat badan juga penting untuk menentukan perawakan pendek diakibatkan karena masalah gizi atau tidak.Jelas nya

Embi Darwanda Kepala kampung Karya Jaya Saat di konfirmasi mengenai kegiatan tersebut mengatakan” Guna mendukung program pemrintah kabupaten di bidang kesehatan tentang pentingnya kesehatan serta peran pentingnya ibu ibu kader serta masyarakat pengenalan dini juga bagai mana cara mengatasinya kami bersama tim diskes dan yang lain mengajak serta mensosialisasikan Apa itu stunting dan paranting serta dampak dan resiko yang di timbulkan jika jika di abaikan tentunya dengan mengadakan kegiatan seperti ini setidaknya masyarakat karya jaya khususnya ibu ibuk mengetahui apa dan baggaimana cara menangani atau langkah yang harus mereka tempuh jika hal tersebut ada di sekitar kita,

Baca Juga  Perpisahan Mahasiswa KKN Unila di Bengkulu Raman adakan Last Ceremony

dirinya berharap desa karya jaya insya allah bebas dari Stunting dan paranting, Tutup Embi.Anta