[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]
Gunung Labuhan-RWK, – Pasca digelarnya Monitoring PPKM dikampung Gunung Labuhan oleh dinas kesehatan Kabupaten Way Kanan, pemerintah kampung Setempat singap dalam mengambil tindakan mengingat korban terkonfirmasi di kabupaten Way Kanan akibat ganasnya virus Corona telah mencapai angka 226 jiwa dengan kematian 12 jiwa.
Oleh sebab itu, pemerintah kampung Gunung Labuhan segera mengambil tindakan dalam antisipasi penyebaran virus tersebut dengan cara melakukan pencegahan dan pengawasan ekstra ketat dan menyiagakan posko siaga Covid-19 di pos kedatangan dari Luar Gunung Labuhan menuju Tulung Buyut maupun sebaliknya.
Upaya pencegahan tersebut dinilai efektip guna menganti penyebar luasan kasus terkonfirmasi dikampung Gunung Labuhan, Pemerintah Kampung Gunung Labuhan resmi menyiapkan Posko Siaga Covid-19 Ruang Isolasi yang didampingi tokoh masyarakat dan ketua MPC pemuda pancasila kabupaten Way Kanan. Kamis(15/07).

Tak hanya meresmikan, H. Yanto juga mengecek seperangkat Alat Pelindung Diri (APD) yang diperuntukkan secara khusus guna menangani pasien virus Corona. Namun, ia berharap jangan sampai ada pasien yang menggunakan ruang tersebut. Artinya, tidak ada pasien yang terjangkit virus Corona di Kampung Gunung Labuhan.
“Kita siapkan Posko Siaga dan Ruang Khusus Isolasi ini dengan baik. Pada dasarnya kita siap menangani bila ada pasien Covud-19 di kampung ini. Tapi, saya berharapnya jangan sampai ada yang dirujuk kesini. Artinya, semua sehat tidak terjangkit virus mematikan itu,”kata kepala kampung tiga periode ini.
Ia menambahkan posko tersebut saat ini sengaja disiapkan lebih awal untuk mengantisipasi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bergejala maupun pasien positif ringan hingga berat.
“Yang pasti hal ini merupakan langka antisipasi dini pemerintah kampung dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat. Sebab kami tidak ingin ada ungkapan tiba masa tiba akal (pemerintah melakukan kegiatan dalam keadaan mendesak dan tertekan)”
“Sehingga kami lebih dulu bergerak (menyiapkan) sebelum dibutuhkan,”paparnya.
Diketahui sejak maraknya penularan covid-19 di kampung Gunung Labuhan, pihaknya bersama Tim Covid-19 telah melakukan sosialisasi dan kerja nyata ditengah-tengah masyarakat.
Hal ini dipandang perlu dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penularan covid-19 di kampung Gunung Labuhan umumnya di kabupaten Way Kanan.
Ditanya prihal dana yang digunakan dalam pelaksanaan tersebut dirinya mengatakan pemerintah telah menyiapkan dana sebagaimana yang menjadi salah satu prioritas penggunaan dana desa.
” dana yang dikelola saat ini menjadikan salah satu posko dari Tim Gugus Siaga Covid-19 yang mana telah menjadi prioritas kita dalam penggunaan dana desa yaitu 8% dari dana desa untuk penanganan covid-19″pungkasnya.(RWK/Kadarsyah)
