Masih menurut HR bahwa Ia datang ke rumah kepala kampungnya yang pertama disambut oleh istri kepala kampung dengan menyatakan suaminya sedang keluar rumah padahal suara suaminya terdengar dari ruang belakang sementara yang kedua kalinya ia kembali mendatangi rumah kepala kampung dan kembali dikatakan oleh istrinya bahwa suaminya sudah tidur dan Dia tidak berani membangunkannya kembali yang 3 kali ia mendatangi rumah kepala kampungnya itu kembali dikatakan kalau sampai pulang kampung tidak ada di rumah padahal dari suaranya sedang mau ngobrol dengan tamunya di ruang belakang,”ujar Hr.
Terpisah Camat Blambangan Umpu, Akhmad Syafari ,S.Ag.M.Si. yang dikonfirmasi oleh wartawan media ini menyatakan sudah memanggil sang kepala kampung dan meminta agar ia memberlakukan warganya secara adil dan bijak namun dia tidak tahu kalau ternyata kepala Kampung Rejeki masih menolak menemui warganya yang minta tanda tangannya malam tadi.
” setelah saya mendapatkan info akan keluhan warga Kampung rejeki tersebut maka saya langsung menelepon Pak kepala kampung dan akhirnya kepala kampung itu menyatakan kesiapannya untuk menandatangani surat keterangan guna keperluan menikah warganya di Jakarta dan bahkan pada pukul 10.00 kemarin kami langsung bertemu di kantor camat dan kembali kepala kampung Sri Rezeki menyatakan kesiapannya Jadi kalau dikatakan malam ini dia kembali menolak untuk menandatangani Surat Keterangan tersebut saya sudah lepas tangan karena saya sudah memberikan pencerahan kepadanya,” ujar Syafari.












