oleh

HADAPI TATAK MUKA WARGA SARIJAYA GELAR GOTONG ROYONG

Negar Batin.RWK.-  Masyarakat Kampung Sari Jaya Kecamatan Negara Batin terus membudayakan gotong royong, hal itu terlihat hari ini, bahu membahu mereka membersihkan lingkungan serta mengoret rumput di sekeliling Kantor Kepala Kampung dan Gedung Sekolah PAUD yang jarakny memang berdamingan dengan kantror Kepala Kampung, dqlam rangka menghadapi pembelajaran tatap muka sesuai dengan anjuran /izin yang telah dikeluarkan oleh pemerintah WayKanan,

Suasana kebersamaan terasa kental, sesekali terdengar canda tawa disela bekerja. Bilah-bilah kayu yang masih kelihatan dan membahayakan di cangkul dan ratakan dengan tanah

Warga menyumbang sesuai kemampuan, yang punya tenaga dan keahlian membantu pengerjaan sementara mereka yang punya keahlian sendiri seperti pemangkadan kembang pucuk merah di bentuh sebagus mungkin dan peralatan lainnya.

Ibu-ibu pun tak mau kalah, mereka kebagian tugas menyediakan makanan serta ada yang menyapu membersihkan daun daun kering yang beserakan.

“Alhamdulillah ini adalah sebuah tradisi dan semangat yang harus tetap terjaga. Gotong royong adalah budaya bangsa kita,” kata Rusdi tokoh agama setempat.

Menurut Rusdi gotong royong adalah buah dari rasa kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya. Hal itu menurutnya merupakan aset besar bagi kemajuan sebuah daerah. Kepedulian masyarakat yang disandingkan dengan kepedulian pemerintah akan membuat setiap program pembangunan berjalan dengan maksimal. “Terjalin sinergitas antara masyarakat dengan pemerintah, itu modal menjadikan Sari Jaya sebagai daerah juara,” katanya.

Dia mengatakan kebersihan lingkungan itu memang cukup penting bagi warga. Walaupun bukan akses satu-satunya tapi itu merupakan tempat berkumpul nya masyarakat yang bisa mempercepat aksesibilitas masyarakat,” kata Rusdi

Dia mengatakan masyarakat yang tinggal di sekitar harus didorong agar bangunan rumahnya tidak membelakangi sungai. Sehingga warga memiliki kepedulian terhadap kebersihan sungai dan tak lagi menganggap sungai tempat sampah. “Jika sungai banyak tercemar, maka akan tercemar pula kibgkungan kita. Padahal sebagai daerah wisata, kebersihan  adalah hal yang utama.

“ Kalau bukan kita siapa lagi yang akan peduli dengan lingkungan kita, jadi kebersihan ini dari kita untuk kita, karena kitalah yang pertama menikmatinya, bukan orang luar atau Pmerintah,” imbuhnya.RWKI I/ANDRE