Lebih jauh Eeng menerangkan kalau selama ini justru PT BMM yang terus memancing masyarakat untukberbuat anarkis, namun pihaknya tidak terpancing, contohnya saja sampai sekarang kebun PT BMM yang ada di atas tanah milik adat Gunung sangkaran semstinya tidak boleh dipanen karena dalam posisi status Quo, akan tetapi PT BMM masih terus melakukan panen buah sawit,
“ Saya beberapa kali ditawari sesuatu oleh perusahaan dan bahkan dijanjikan akan diangkat sebagai karyawan, akan tetapi karena yang saya perjuangkan denan masyarakat itu milik orang banyak saya tidak mau menerimanya, eh kok malah sekarang saya yang di laporkan sendiri, entah apa yang telah saya lakukan secara pribadi pada PT, BMM, saya yakin tidak ada karena semua yang saya lakukan atas nama masyarakat,” tegas Eeng. SAH






