Diduga Pengasuh Lalai,Ini Kronologi Tenggelamnya Santri Di Curup Way Kawat

Blambangan Umpu-RWK,-Diduga akibat kelalaian Pengasuh pondok Pesantren Ass.Sunnah yangada di Kampung Bumi Baru Kecamatan Blambangan Umpu, 3 Santriwatinya tewas tenggelam di Curup Way Kawat Kampuöng Gunung Sangkaran Kecamatan Blambangan Umpu pada pukul 8.30 tadi pagi

Dari informasi yang berhasil dihimpun
bahwa, karena belum ada kegiatan di pondok ( libur red ) 4 orang Santriwati Ponpes AssSunnah dengan di temani oleh  Zainul Pikar  ( salah satu pengasuh pondok red ) pergi rekreasi ke curup Way Kawat Kampung Gunung Samgkaran yang memang  letaknya tidak terlalu jauh dari pondok( diperbatasan Kampung Bumi Baru dan Gunung Sangkaran red ), rombongan 11 orang red ) dengan sepeda motor padahal elas ada larangan untuk keluar rumah apalagi ketempat rekreasi.

Setibanya ke 11 orang santriwati itu  langsung memilki kegiatan masing masing ( ada yang mandi dan ada yang mencuci red ) sementara Zainul ( pengasuh yang mendampingi red ) pergi kebagian  hulu mungkin tidak enak karena yang mandi banyak santri perempuan

Baca Juga  Panitia dan Calon Pilkam Marga Jaya Di Rapid Tes

” Waktu kejadian pendampingnya itu tidak ditempat  dan datang kelokasi setelah diberi tahu santri yang lain,  dan ikut nyeburpun tidak  bajunya saja tidak basah, dan keempat santri yang tenggelam itu ( 3 meninggal dunia 1 selamat red ) yang mengangkatnya warga sekitar yang mendengar jeritan minta tolong,” ujar sumber terpercaya Radar Lampung.

” mereka berempat itu awalnya diduga main dorong dorongan. Ada yang tercebur tidak bisa berenang  lalu saling tolong menolong tak tahunya lokasi itu dalam sehingga akhirnya ke 4 nya tenggelam, walaupun semua berhasil di evakuasi masyarakat namun  hanya satu yang selamat atas nama
Shopiyah as Sholihah binti Hermi  12.Th, yang berasal dari Kemiling Bandar Lampung, sedangkan 3 rekannya , Sturoyah Binti Muhammad Najib,(16) thn warga Kampung .Bumi baru ( Anak Pimpinan pondok red ), .Hanisah Alsyariyyah Binti Kusdiyanto(15) th, yang berasal.dari Seputih Raman Lampung Tengah, serta  Auliyah Ramadhani Binti Eman Sulaiman (14 )Th warga Desa Tanjung Makmur Peninjauan OKU
Sumatera Selatan sudah meninggal.dunia,’ ujar Sumber tadi.

Baca Juga  TOKOH MASYARAKAT CAHAYA MAS MINTA KEJARI USUT TUNTAS DUGAAN KORUPSI DANA DESA DI KAMPUNGNYA

Kapolsek Blambangan Umpu.Kompol Edi Saputra yang mendampingi Kapolres Way Kanan AKBP Binsar Manurung S.IK SH.M.Si membenarkan kejadian tersebut.

” kejadian kira-kira pada pukul 8.30 tadi pagi hingga kini kami baru memanggil dan memeriksa 2 orang saksi dan sedang melakukan penyelidikan Dari keempat korban yang tenggelam itu untuk korban yang meninggal dunia yang berasal dari Oku sudah diambil oleh keluarganya sedangkan korban yang dari Lampung Tengah sudah diantar oleh pihak pondok dan untuk korban yang memang berasal dari kampung bumi Baru Kecamatan Blambangan Umpu telah dikebumikan oleh keluarganya karena hasil pemeriksaan sementara cara korban benar-benar meninggal karena tenggelam,”ujar Kapolsek Kompol Edi Saputra.

Baca Juga  Sukseskan SDGs, Pemerintah Kampung Sumber Rejeki Evaluasi Data

Dalam pada itu Kabupaten Way Kanan saat ini dalam kondisi pandemi covid 19 sehingga Bupati Way Kanan mengeluarkan surat edaran tentang tata cara kehidupan di masa pandemi dan tidak memperbolehkan masyarakatnya untuk berkerumun termasuk berekreasi di tempat-tempat wisata dan bahkan seyogyanya tempat-tempat wisata memang harus ditutup tetapi kenyataannya nya para santriwati tersebut dengan didampingi oleh pengasuhnya malah beramai-ramai ke Curup way kawat yang berada di Kampung Gunung sangkaran Kecamatan Blambangan Umpu.RWK/Res.