“Perkembangan data harga pangan strategis saat ini menunjukkan adanya kenaikan harga yang signifikan terhadap komoditas pangan pokok terutama beras, keadaan ini menyebabkan inflasi terjadi yang mempengaruhi daya beli masyarakat. Untuk mengendalikan dan mengurangi dampak inflasi sebagai bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan, terutama di wilayah yang jumlah RTM Ekstrem salah satunya yang ada di wilayah Kecamatan Baradatu berjumlah 230 KK dalam mengurangi keterjangkauan pangan masyarakat terhadap pangan pokok dan strategis yang tetap harus dipenuhi agar masyarakat dapat hidup sehat, aktif, dan produktif”, ujar Bupati Adipati.
Selain itu, untuk mengendalikan dan mengurangi dampak inflasi sebagai bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan, Pemerintah Kabupaten Way Kanan ikut serta melakukan kegiatan stabilisasi pasokan dan harga pangan melalui Gerakan Pangan Murah (SPHP GPM) menjelang Natal dan Tahun Baru 2024 dengan rincian komoditi yang dijual pada kegiatan tersebut antara lain Sembako, Hasil Pertanian sayur mayor dan buah-buahan, Pangan Olahan (gula aren, madu, tiwul, eyek-eyek, keripik, kopi) hasil pelaku usaha di Wilayah Kabupaten Way Kanan.






