ADA APA PROYEK DIDUGA BELUM 60 % KOK DANA SUDAH CAIR 60%

Blambangan Umpu(RWK), – Proyek Pembangunan Perpustakaan Daerah Way Kanan, terus dilanda berbagai persoalan, setelah digugat ke Pengadilan oleh PT. Bintang Seribu Way Kanan, karena diduga dalam pelaksanaan tender berkasnya dihilangkan oleh panitia lelang, dan saat ini prosesnya sudah berada di meja hijau, kini muncul kembali dugaan pemalsuan hasil kerja karena dana pembiayaan bertahap terkait progres kerja yang sudah mencapai 60% sudah dicairkan, sementara dilapangan pengerjaannya diduga belum sampai 60% .

Dihubungi melalui via telepon seluler, Komang selaku Konsultan Proyek Pembangunan Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Way kanan mengaku sedang berada di Lampung Timur dan membantah kalau pengerjaan proyek tersebut belum mencapai 60%, karena hasil pengawasan yang mereka lakukan dalam pekerjaan tersebut sudah mencapai 60%.

Baca Juga  Umat Hindu Karang Agung tetap laksanakan ibadah dimasa pandemi

“Ia kita ada rinciannya, pembongkaran, ada struktur yang beres, terus tembok, bata udah naik, tangga udah beres, timbunan juga sudah beres, kemudian material on side, udah ada. Ya nyampe lah 60%, coba tanya di pemerintahan itu udah diperiksa inspektorat,” ujar Komang.

Gambar Rencana Perpustakaan Daerah Kabupaten Way Kanan Ketika Selesai

Pernyataan Konsultan Proyek Pembangunan Geduang Perpustakaan daerah way kanan tersebut dibantah lagi oleh Bakarudin, S.H. salah satu Irbanwil di Inspektorat Kabupaten Way Kanan yang juga melakukan monitoring terkait pekerjaan itu, yang menyatakan hasil croscek pihaknya minggu lalu, pengerjaanya memang belum  belum mencapai 60%.

Baca Juga  Dimasa Tenang KPU Himbau Untuk Copot APK Paslon

“Kalau posisi terakhir kami turun ke lokasi sudah sekitar 3 minggu yang lalu. Pada saat itu, posisi bangunan fisik sudah di angka 35%. Dari rentang waktu 3 minggu sejak kami turun, kemungkinan sudah ada kemajuan makanya besok mau kami lihat lagi,” jelas Bakarudin.

Sebagai informasi, Proyek Pembangunan Perpustakaan Daerah Kabupaten Way Kanan memang menuai banyak kontroversi. Diantaranya ialah dugaan dihilangkannya secara sengaja berkas salah satu pengaju proyek tanpa alasan yang jelas, lalu ada banyaknya pihak pekerja di proyek tersebut yang tidak dilengkapi pengaman sehingga sudah melanggar peraturan K3, hingga Dugaan dicairkan pembiayaan bertahap walau pembangunan belum sampai 60%. (RWK/AT)