RADARWAYKANAN.COM – Keputusan yang mengejutkan, tujuh guru besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin kompak membuat surat pengunduran diri sebagai dosen.
Para profesor itu enggan lagi mengajar pada program S3 Ilmu Manajemen perguruan tinggi tersebut. Bukan tanpa alas an, Prof Siti Haerani mengaku mendapat tekanan dari Dekan FEB Universitas Hasanuddin . Ia dipaksa meluluskan seorang mahasiswa program doctor pada saat itu, Padahal mahasiswa tersebut dianggap tidak layak lulus karena tidak pernah mengikuti proses perkuliahan.
“Adanya intervensi dekan dalam pemberian nilai mahasiswa mata kuliah yang saya ajar pada program S3, Dimana saya diminta untuk meluluskan mahasiswa yang sama sekali tidak memenuhi syarat untuk diluluskan. nol kehadiran padahal perkuliahan dilakukan secara online, tidak ada tugas, tidak ikut ujian, tidak ada komunikasi dengan dosen, baik melalui chat whatsapp pribadi maupun grup, untuk menyampaikan alasan ketidakhadirannya pada perkuliahan. Hingga keluarnya nilai di akhir semester, justru yang sibuk mencarikan alasan yang tak masuk akal dan mengada-ada adalah Dekan FEB sendiri,” tulis Haerani.
Selain Haerani, sejumlah guru besar lain yang mundur karena kasus ini adalah Prof Muhammad Idrus Taba, Prof Idayanti Nusyamsi, Prof Cevi Pahlevi, Prof Haris Maupa, Prof Muhammad Asdar, dan Prof Mahlia Muis.RWK






