oleh

Way Kanan Sedang Berbenah, Tapi Ujiannya Datang Bersamaan

-Umum-39 Dilihat

BLAMBANGAN UMPU (RWK) – Dalam dua pekan terakhir, Kabupaten Way Kanan seperti sedang membuka banyak halaman sekaligus. Pemerintahan ditata, wakil bupati baru terpilih, ratusan pejabat berganti posisi, hingga ratusan guru mulai dipetakan untuk melihat potensi karier mereka, Selasa (29/9).

Namun, di luar ruang-ruang birokrasi, persoalan lain terus bergerak. Salah satu tokoh pengamat publik Way Kanan yang enggan disebutkan namanya, mengatakan bahwa sekarang ini, Kabupaten Way Kanan sedang diuji.

Pada 17 September, M. Galang Putra Rahman terpilih sebagai Wakil Bupati Way Kanan untuk sisa masa jabatan 2025–2030 setelah meraih seluruh 40 suara anggota DPRD yang hadir.

Delapan hari kemudian, Bupati Ayu Asalasiyah melantik dan mengukuhkan 236 pejabat. Pemerintah daerah menyebut rotasi tersebut sebagai bagian dari penguatan organisasi dan percepatan kerja pemerintahan.

Belum berhenti di sana. Senin (28/9), sebanyak 861 guru mulai mengikuti pemetaan manajemen talenta. Hasilnya akan digunakan untuk pengembangan kompetensi, pola karier, promosi, mutasi hingga penyiapan calon pemimpin birokrasi.

Artinya, pemerintah sedang membangun ulang mesin birokrasi dari beberapa sisi sekaligus.

Tetapi mesin pemerintahan tidak bekerja di ruang hampa.

Kejaksaan Agung pada pekan lalu menyita tanah dan bangunan pabrik serta kantor PT Pemuka Sakti Manis Indah (PSMI) di Way Kanan dalam perkara dugaan korupsi terkait penggunaan dan pemanfaatan kawasan hutan di areal PT Inhutani V.

Pada saat yang sama, persoalan lingkungan juga memberi sinyal keras. Data pemantauan 27 September menunjukkan Way Kanan menjadi daerah dengan titik panas terbanyak di Lampung, mencapai 30 dari 118 hotspot yang terdeteksi di provinsi tersebut.

Di sisi keamanan, kepolisian juga masih berhadapan dengan berbagai kasus kriminal, termasuk pengungkapan kasus begal terhadap pelajar yang mendapat perhatian publik.

“Deretan fakta itu menunjukkan satu hal, Way Kanan tidak kekurangan agenda. Yang akan diuji justru kemampuan pemerintah mengubah penataan menjadi kinerja,” Jelasnya.

Pelantikan 236 pejabat tidak akan banyak berarti jika hanya menghasilkan pergantian nama di struktur organisasi. Begitu pula pemetaan 861 guru tidak cukup berhenti pada angka dan asesmen. Sistem manajemen talenta baru memiliki makna ketika hasilnya benar-benar digunakan untuk menempatkan orang berdasarkan kompetensi dan kebutuhan organisasi.

Begitu pula kehadiran wakil bupati baru. Setelah proses politik selesai, publik akan menunggu bagaimana pasangan kepala daerah bekerja membagi peran, mempercepat koordinasi dan menjawab persoalan yang sudah menunggu.

Way Kanan kini memiliki struktur pemerintahan yang sedang diperbarui, wakil bupati baru, serta sistem manajemen talenta yang mulai diterapkan.

Tetapi bersamaan dengan itu, ada persoalan agraria, lingkungan, keamanan dan pelayanan publik yang tidak ikut menunggu.

Sebelum menutup, pengamat publik tersebut memberikan pertanyaan.

“Babak berikutnya bukan lagi soal siapa yang dilantik dan siapa yang mendapat jabatan. Pertanyaannya jauh lebih sederhana, setelah semua posisi terisi, apakah pemerintahan benar-benar bergerak?” tegasnya. (RWK/AT)

Baca Juga