Banjit Radar Waykanan.com,-Tim penggerak PKK Kampung Donomulyo sekaligus sebagai Ketua Majelis taklim Alhidayah kampung Donomulyo Fitria Eliza AR, ST mengadakan kegiatan pengajian Rutin bulanan untuk seluruh ibu-ibu masyarakat Donomulyo. Majelis Taklim Alhidayah ini merupakan gabungan seluruh majelis taklim dusun yang dilaksanakan setiap hari Jum’at di akhir bulan.
Dalam sambutannya Ketua TP PKK Kampung Donomulyo Fitria Elisa AR, ST menyatakan kegiatan Majelis Taklim Alhidayah ini merupakan gabungan seluruh majelis taklim dusun yang dilaksanakan setiap hari Jum’at di akhir bulan sebagai upaya memperdalam pengetahuan agama sekaligus bentuk silaturahmi antar majelis taklim dusun,” terangnya.
Majelis taklim Al hidayah merasa gembira karena melalui kegiatan majelis taklim TP PKK Kampung sebulan sekali ini bisa terjalin komunikasi dan silaturahmi antara dirinya dengan masyarakat khususnya ibu-ibu. “Karena kesibukan dan keterbatasan, terkadang saya tidak sempat bersilaturahmi dengan masyarakat khususnya ibu-ibu, oleh karena itu melalui momen majelis taklim ini kita bisa bertemu dan saling menyapa,” ujarnya.
Ketua pengurus masjid Nurul ikhlas Jajuli, S.Pd selaku Pembina Majelis taklim dan M. Syifa menyambut baik kegiatan keagamaan yang digelar PKK. Menurutnya hal ini sesuai salah satu misi dari pemerintah kampung, yakni meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta kerukunan hidup beragama dan pengajian ini bisa memperkuat tali silaturahim seluruh warga kampung dan mewujudkan Donomulyo yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur.
Ustad Faizun dalam ceramah nya menjelaskan Tentang Hati, intinya hati yang bersih (ikhlas) dapat membuat amal ibadah yang dikerjakan karena Allah SWT di terima. Hati yang bersih adalah hati yang bebas dari penyakit jiwa, seperti syirik, sombong dan ujub.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging, jika segumpal daging tersebut baik maka akan baik pulalah seluruh tubuhnya. Adapun jika segumpal daging tersebut rusak maka akan rusak pulalah seluruh tubuhnya. Ketahuilah, segumpal daging tersebut adalah A.”(HR Bukhari Nomor 50 dan Muslim nomor 2996).
Ustaz Faizun mengatakan, cara membersihkan hati adalah mendekatkan diri kepada Allah menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya (ikhlas). Hanya dengan hati yang bersih kita menghadap Allah dengan selamat.
“Sesungguhnya segala amal tergantung pada niat dan sesungguhnya tiap-tiap orang akan memperoleh balasan dari apa yang diniatkannya. Barangsiapa hijrahnya menuju keridhaan Allah dan rasul-Nya maka hijrahnya itu ke arah keridhaan Allah dan rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya karena harta atau kemegahan dunia yang ia harapkan atau karena seorang wanita ingin dinikahinya maka hijrahnya itu ke arah yang ditujunya.” (HR. Bukhari).
Hadits tersebut menunjukkan bahwa niat memiliki posisi penting dalam setiap perbuatan. Menurut Ibnu Rajab Al Hanbali, seseorang tidak akan mendapatkan hasil dari amalnya, melainkan apa yang telah diniatkan.
“Jika ia meniatkan untuk kebaikan Niscaya akan memperoleh kebaikan dan jika meniatkan untuk kejelekan, maka akan memperoleh kejelekan,” katanya.
Ustaz Faizun memastikan, amal yang sedikit, tetapi niatnya benar (ikhlas) tanpa mengharapkan pujian atau imbalan duniawi lainnya Allah akan memberi balasan sesuai dengan kehendaknya. Sebaliknya, amal yang banyak tetapi niatnya keliru akan membuat amal tersebut tidak bernilai di sisi Allah,” pungkasnya.
RWK HABIBI ADI PUTRA






