Radar Way Kanan.Com
Pakuan Ratu,- Sejumlah pabrik pengolahan singkong diwilayah Pakuan Ratu mengeluhkan harga tapioka yang tak kunjung mengalami kenaikan. Kondisi ini diperparah dengan kualitas singkong yang menurun akibat faktor usia panen, menyebabkan kadar aci berkurang dan banyak yang “gembus”.
“Refaksi 15% sebenarnya sudah diterapkan, tapi tetap saja banyak singkong yang kualitasnya kurang bagus karena sudah terlalu tua,” ujar Budi seorang pengelola pabrik. Ia menambahkan, penurunan kualitas ini berdampak pada hasil produksi tapioka dan keuntungan pabrik.
Di sisi lain, para petani singkong berharap terkait kelangsungan operasional pabrik menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Mereka berharap pabrik tidak sampai menutup sementara waktu karena akan berdampak pada mata pencaharian mereka.
“Kami sangat berharap pabrik tetap buka. Kalau tutup, kami mau jual singkong ke mana?” kata seorang petani singkong dari Kecamatan Pakuan Ratu. Ia menambahkan, Nataru biasanya menjadi momen peningkatan permintaan tapioka untuk berbagai kebutuhan, sehingga petani berharap harga singkong bisa membaik.
Para pelaku industri singkong berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan mencari solusi agar pabrik tetap beroperasi dan petani tidak merugi. RWK/JONI






