Radar Waykanan.Com – Aksi pencurian dengan kekerasan atau pembegalan yang akhir-akhir ini marak terjadi diWilayah kecamatan Pakuan Ratu dan kecamatan Negara Batin membuat resah masyarakat. Dari sejumlah kasus yang terjadi, tidak sedikit korban berjatuhan.
Ahmadi ,S.I,P, Warga Masyarakat Kecamatan Negara Batin menilai, situasi seperti ini membuat seolah-olah nyawa saat mudah ditumpas, padahal ada hukum Hak Asasi Manusia (HAM) yang mengatur untuk hidup. Dikatakan, pelaku begal juga seolah-olah tidak takut dengan hukum.
Keresahan, masyarakat ini sangatlah mendasar,akibat keluar rumah malam-malam. saya mengkhawatirkan jika ada keluarga dari masyarakat tiba-tiba jatuh sakit di malam hari dan harus dibawa ke Rumah Sakit atau klinik, kalau banyak pelaku begal gini sangat ditakutkan Masyarakat. Terus, sekarang ini nyawa juga sudah kayak ayam,”Jelasnya
dengan maraknya aksi pembegalan ini orang tua harus lebih protektif terhadap anak-anaknya saat beraktivitas di luar rumah. Diungkapkannya, magrib paling lama harus sudah tiba rumah.
“Iya protektif. Kalau keluar rumah malam-malam harus sudah gerak untuk pulang ke rumah dan magrib harus sudah di rumah. Kalau magrib belum sampai rumah, saya sudah ditelepon anak saya,” ungkapnya.
Minyikapi maraknya aksi begal dijalanan yang mengincar anak-anak Sekolah yang marak terjadi
Anggota Komisi II DPRD kabupaten Waykanan dari Fraksi PKB Yuliyus Arifien Jaya,SE., MM, menghimbau masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati terutama ketika melintasi titik rawan pembegalan.
Saya rasa maraknya pembegalan saat ini didorong oleh himpitan ekonomi yang semakin sulit. Kemarau dan meningkatkan harga kebutuhan pokok menjadi alasan utama pembegal beraksi.
Peran warga dan aparat penegak hukum dalam menegakkan kamtibmas patut ditingkatkan lagi.”Pungkasnya
RWK/JONI






