Disinggung kemungkinan untuk kembali mendulang suara terbanyak di Dapilnya sebagaimana Pemilu 2019, Yozi menjelaskan bahwa secara pribadi, pada setiap pemilu dirinya tidak pernah menargetkan perolehan suara, pun pada Pemilu 2024 mendatang.
“Hanya saja saya menjadikan data perolehan suara pada setiap kontestasi sebagai ajang untuk melakukan evaluasi terhadap diri. Jika terjadi lonjakan perolehan suara, berarti cara membawa diri, baik berperan sebagai wakil maupun berperan sebagai bagian dari mereka mendapat apresiasi dari massa rakyat yang kita wakili,” katanya.
Begitu pula sebaliknya, bila terjadi penurunan perolehan suara akan dievaluasi.
“Mungkin ada hal yang tak berkenan yang saya lakukan, menyangkut sikap atau perilaku,” kata Yozi yang hampir setiap hari menuangkan pikiran atas apa yang dilihat dan dirasakan terkait sosial politik keseharian di Indonesia pada laman aplikasi Facebook (FB).
Pada Pileg 2019, Ia punya tekad: apabila dari Dapil V Way Kanan dan Lampung Utara ada 3 orang dari Partai Demokrat yang terpilih sebagai Anggota DPRD Provinsi Lampung, mungkin yang terpilih pertama Caleg A, lalu yang terpilih menduduki kursi ke dua adalah Caleg B, maka kursi ke tiga adalah miliknya. Akan tetapi, apabila hanya mendapat 2 kursi, mungkin kursi pertama diduduki oleh Caleg A, kursi ke dua miliknya. Dan bila hanya memperoleh 1 kursi, maka kursi tersebut dia yang akan menduduki.
Tekad yang sama kembali dia kobarkan, bukan dalam arti negative tapi lebih untuk memompa semangat sehingga dia akan bekerja melebihi porsi kerja yang dilakukan oleh Caleg yang lain. Dia pun berpendapat, apabila dalam berjuang dia tega terhadap dirinya, innsyaa Allah orang lain tak akan tega terhadapnya.(Tim)






