Gerobak Sapi Warisan Budaya yang Mulai Dilupakan

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]

Baradatu (RWK),- Gerobak sapi yang dulu menjadi alat transportasi sebagai pengangkut hasil bumi para petani kini mulai tergerus oleh zaman. Zaman dahulu, gerobak sapi difungsikan sebagai alat transportasi pengangkut bahan-bahan sembako berat maupun material bangunan seperti karung beras, gabah, hasil panen, genteng dan batu bata maupun pasir. Namun kini perannya sudah tergantikan dengan alat transportasi modern bermesin.

Baca Juga  Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dampingi Penyaluran BST di kantor Pos Banjit Kecamatan Banjit Kab Way Kanan 16 Oktober 2020

Seiring perkembangan waktu, gerobak sapi seolah menjadi barang antik yang mulai langka keberadaannya. Seperti halnya yang kita lihat seperti sekarang ini sangat sulit sekali untuk menemukan alat pengangkut tradisional seperti gerobak sapi pada zaman dahulu, Karena rata-rata sekarang di zaman modern sudah banyak menggunakan alat transportasi modern seperti motor dan mobil.

Baca Juga  Peringati HPSN, Galakan Gotong Royong

Salah satu masyarakat Kampung setia negara atau yang sering kita kenal dengan sebutan kedu yang ada di Kecamatan Baradatu kabupaten Way kanan yang masih memiliki gerobak sapi atau alat transportasi tradisional. Salah seorang warga setia negara yang tidak ingin disebutkan namanya merasa sangat senang masih bisa memiliki alat transportasi tradisional meskipun tidak digunakan sepenuhnya untuk mengangkut hasil pertanian dari sawah ataupun kebun.

Baca Juga  BUMD, Walaupun Kantor Sepi, RMP Masih Tetap Berjalan

“ Dia berharap masyarakat modern harus tahu bahwa kita pernah mempunyai warisan nenek moyang berupa gerobak sapi yang dulunya menjadi alat transportasi namun kini mulai dilupakan keberadaannya. Mengapa saya masih mempertahankan alat transportasi tradisional ini karena jangan sampai warisan ini hilang begitu saja ditelan modernisasi,”harapnya.RWK/HABIBI A.P