oleh

Ditengah Musibah Banjir Warga Karang Agung Dihebohkan Ada Mayat Mengapung

-sosial Budaya-13 Dilihat

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]

Way Kanan- RWK, – Ditengah kesibukan masyarakat karena sedang diterpa banjir, masyarakat Kampung Karang Agung Kecamatan Pakuon Ratu dikejutkan akan penemuan mayat seorang laki laki tanpa identitas dibawah jembatan gantung yang menghubungkan dusun I dan dusun II Kampung setempat pada pukul 13. 15 wib yang lalu .


“ Yang melihat keberadaan mayat itu pertama kali adalah Yusman, yang saat itu iseng melihat kebawah jembatan, karena air memang sedang besar besarnya, setelah mengetahui ada mayat mengambang ia langsung melaporkan pada Kepala Kampung dan memberitahukan hal itu pada kami ( Masyarakat red ) ujar Ashari Ketua Karang Taruna Kampung Karang Agung, yang ahrinya beramai ramai melihat kelokasi yang diterangkan Yusman.


“Mayat lelaki tinggi besar itu sekarang sudah dievakuasi warga, dan kami sedang menunggu kedatangan Tim Medis dan Aparat dari Polsek Pakuon Ratu, sementara dari yang lihat diperkirakan pria yang ditemukan hanyut di sungai tersebut memiliki timggi badan kurang lebiuh 170, menggunakan sinnglet putih and baju hitam putih, dengan tidak memakai celana, derngan posisi mengangkang dan Muka yang sudah hancur,” ujar Ashari.


Keterangan Ashari dibenarkan oleh Yusman, yang merasa sangat terkejut sekaligus takut melihat mayat tersebut,


“ untung saya tidak terbalik( terjatuh red ), karena saat saya melihat mayat itu saya sedang berada di jemabatan Ayunn( Jembatan gantung red ), dan buru buru memberitahu warga, apalagi mukanya jelas sekali hancur, ujar Yusman.
Diterangkan, 3 hari lalu, Sumaidi warga Kampung Kedaton Kecamatan Kasui Way Kanan dikabarkan hilang dan diduga terbawa arus sungai Umpu yang tiba tiba meluap ( musim hujan red ), dimana warga Kedaton tersebut sebelumnya ditinggalkan anak kandungnya di pinggir sungai karena akan membawa serta 3 ekor sapi peliharannya menyeberang.


“ Sebenarnya waktu itu saya ke kebun dengan bapak, tetapi karena Bapak pulangnya bawa sapi ( menyebrangi sugai red ) saya disuruh pulang duluan dengan menggunakan sepeda motor, namun ditunggu hingga pukul 18 00 wib sore Bapak belum juga sampai kerumah, kami ahrinya menyusul kesungai dan bapak tidak terlihat akan tetapi sapinya ada, apakah bapak hanyut terbawa arus atau bukan hingga sekarang bapak beluk ketemu padahal Team daruo BPBD, TNI POLRi dan masyarakat sudah mencar i belum juga ketemu, :ujar Firdaus anak Sumaidi. Dan hingga kini kami berharap Bapak pulang dengan selamat,” imbub Firdaus.RWK1