PAKUANRATU-RADARWAYKANAN.COM – Kasus Penganiayaan ALY Warga kampung Negara Sakti Kecamatan Pakuan Ratu kepada korban Pagar Mulya terus bergulir, dimana diduga pelaku terus melakukan usahanya untuk menempuh jalan Damai,dimana phak korban sudah menyatakan akan terus menempuh jalur hukum pada kasus ini.
Pasal nya dari awal terduga pelaku Penodongan dengan SENPI saat berjumpa dengan kakak kandung korban CN langsung Menelpon salah satu Oknum polisi Polsek Pakuan Ratu melalui HP milik diduga Pelaku.
CN Menceritakan pada hari itu sekitar jam 10.00 WIB 21-02-2023 ALY ketemu dengan saya di warung SP 2 B. Selang beberapa menit, ,ALY mengatakan, ini ada dari polsek yang igin bicara, Lalu HP milik diduga pelaku saya ambil dan saya bicara dengan salah satu oknum anggota polsek. Dalam pembicaraan, anggota itu mengatakan bahwa dia akan kerumah saya di Negara Ratu terkait urusan ALY, tapi jika nanti sudah bertemu tolong dibantu permasalahan ALY
Senada dengan pengakuan Wiwin (Istri Korban)/menuturkan “Saya merasa takut sekali” waktu romongan Aliyun kerumah saya hari itu Selasa 21-02-2023 mengajak berdamai berlagak pereman dan bawa rombongan semua nya ada tiga mobil.
“Jadi saya takut, keluarga dari suwami tidak ada, perangkat desa juga tidak ada. Mereka terus memaksa padahal suwami saya sudah mengatakan bahwa urusan sudah diberikan kuasa nya kepada kakak ipar saya”,Ucap Wiwin, Lalu ALY Mengatakan Kecil urusan itu nanti saya telpon kapolsek Ujar Wiwin.
Selanjut nya wiwin menjelaskan sesampai mereka dipolsek digardu depan polsek saya dan suwami diajak duduk digardu lalu tidak lama kemudian suwami dan saya disuruh tanda tangan , saya juga tidak tau isi surat yang saya tanda tangani.
” Saat itu saya berpikir kalau kami terancam karna jalan dan pulang nya pun mereka yang mengantar, apa lagi ALY ada pestol. Siapa yang akan menjamin nyawa kami kalau sudah keluar dari polsek,” tutup wiwin
Kakak Kandung korban meminta kepada polsek pakuan ratu polres waykanan. Agar laporan adek nya ditindak lanjuti.
” Yang saya sayang kan dalam laporan polisi pun tidak ditulis bahwa adek saya todong dengan SENPI. Padahal jelas adek saya menceritakan. Dari laporan ini saja kami sudah merasa ada kejanggalan,” tutup CN. ( *)











