oleh

Satpam PT.AKG Ternyata Korban Penganiayaan.

-Umum-74 Dilihat

Negeri Agung,Radar WayKanan.Com,-Polresta Way Kaan sore tadi menggelar konprensi pers terkait penemuan mayat satpam perkebunan sawit PT Agro Karya Gemilang (AKG) berinisial EF (41) di Kampung Sungsang, Kecamatan Negeri Agung. Kapolres Way Kanan, AKBP Ramadhona, S.H., S.I.K., secara tegas menyatakan bahwa insiden pembunuhan ini murni merupakan perselisihan pribadi antarwarga dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan konflik antara masyarakat dengan pihak perusahaan.

“Kami tegaskan, ini murni masalah perselisihan pribadi. Tidak ada unsur konflik sosial maupun ketegangan antara warga dengan manajemen PT AKG. Masyarakat dihimbau untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar,” ujar AKBP Ramadhona dalam konferensi persnya,Jumat (14/8/2026).

Berdasarkan penyelidikan, tersangka AW (43) menyerahkan diri pada pukul 01.00 WIB setelah sebelumnya menusuk korban EF akibat kesalahpahaman soal tuduhan pencurian buah sawit saat AW mencari anaknya yang belum pulang. Polresta Way Kanan telah mengamankan barang bukti berupa satu pisau panjang 40 cm, jaket, dan sebelah sepatu milik tersangka. Jenazah korban saat ini sedang menjalani otopsi di RS Bhayangkara Polda Lampung, Bandar Lampung, untuk memastikan penyebab kematian secara medis.

Mengingat sensitivitas kasus ini, AKBP Ramadhona mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan proses hukum sepenuhnya kepada kepolisian. Ia menekankan pentingnya menghindari tindakan main hakim sendiri yang justru dapat memperkeruh situasi dan menghambat penegakan keadilan.

“Kami minta masyarakat tidak main hakim sendiri. Serahkan semuanya kepada pihak kepolisian, khususnya Polresta Way Kanan. Kami akan memproses kasus ini secara transparan, profesional, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku demi menegakkan keadilan bagi korban maupun tersangka,” tegas Kapolres.

Polresta Way Kanan juga terus berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pihak manajemen PT AKG untuk menjaga kondusivitas wilayah. Identitas lengkap korban dan tersangka masih dirahasiakan demi kepentingan penyidikan dan perlindungan keluarga. Masyarakat dihimbau untuk tidak menyebar spekulasi dan menunggu informasi resmi dari Polresta Way Kanan.( RWK/ SAID)