Yuliyus Arifien : Sawit Akan Tetap Menjadi Komoditas Pertanian Primadona

Negeri Besar RWK., – Masyarakat Wilayah Negeri Besar, Negara Batin dan Pakuon Ratu, Kabupaten Way kanan tak luput dari dampak pandemi. Pendapatan warga menurun sejak virus merebak. Untunglah, mayoritas warga punya kebun kelapa sawit yang bisa menjadi penyangga ketahanan ekonomi.

Yuliyus Arifien Jaya SE.,MM mengatakan, dampak resesi sangat dirasakan oleh sebagian besar warga terutama kelas menengah ke bawah . Namun, usaha kebun kelapa sawit telah menjadi penyelamat. Bagi para pengusaha tanaman kelapa sawit masih menjanjikan karena harga Tandan Buah Segar (TBS) yang stabil di tengah pandemi. Sabtu 24/9

Baca Juga  Pasang Rangka Baja, M Fauzi Syahid tersengat listrik

Sawit akan tetap menjadi komoditas pertanian primadona petani dan pengusaha karena perawatannya mudah dan produk turunan yang dihasilkannya sangat bervariasi.
Menurut Yuliyus , tanaman kelapa sawit memang sudah menjadi primadona masyarakat sejak tahun 2000-an.

Rata-rata masyarakat mulai kalangan bawah hingga menengah atas memiliki kebun kelapa sawit.

“Alhamdulillah kita sudah merasakan hasilnya. Saat ini harga TBS dipabrik sudah menyentuh harga Rp. 1400,an. Harga TBS kelapa sawit masih relatif stabil, meski dalam sepekan terakhir terjadi penurunan,” katanya.

Baca Juga  Kakam Negeri Ujanmas Ucapkan Selamat Kepada BPK Yang Baru diLantik

Penurunan harga TBS terjadi setelah sempat mengalami lonjakan hingga Rp 3500 per kilogram di tingkat pabrik.

Kita terus berharap harga ini kembali melonjak dan mencapai Rp 3.500 per kilogram lagi,mengingat harga pupuk dan obat – obatan sudah berganti harga.

“Saya berpesan bagi masyarakat yang akan menanam kelapa sawit agar membeli bibit unggul bersertifikat resmi dan dirawat maksimal agar produktivitasnya tinggi.”Pungkasnya
RWK, /JONI